Kabupaten Bondowoso Kembali Bolehkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

 

Bupati Bondowoso, KH. Salwa Arifin

 

MutiaraIndoTV.com(BONDOWOSO)- Hasil Rapat Koordinasi antara Forkopimda Bondowoso, Rabu 29/9 kemarin, Bupati Bondowoso, KH. Salwa Arifin menyetujui dan mengizinkan dibukanya kembali Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah secara terbatas.

Hal itu disampaikan Bupati Salwa Arifin dalam rapat koordinasi (Rakor) antara Kadispendikbud Bondowoso, H, Sugiono Eksantoso, dengan jajaran Forkopimda, pada Rabu sore (29/9/2021)  untuk memusyawarahkan perencanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pemberlakukan PPKM Level 3.

Bertempat di Ruang Pertemuan Sabha 1 Pemkab Bondowoso, hadir pada acara tersebut Bupati Bondowoso, Wakil Bupati, Kajari, Dandim, Kapolres dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso,

“Setelah mendengarkan masukan dari beberapa pihak, kita sepakati bersama bahwa sekolah kembali diperbolehkan melaksanakan  Pertemuan Tatap Muka (PTM) Terbatas. Untuk teknisnya nanti akan dibahas lebih lanjut,” ungkap Bupati KH. Salwa Arifin

Menurutnya hal ini sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 30 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4,3 dan 2 Covid-19 wilayah Jawa dan Bali, tanggal 9 Agustus 2021, serta Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri : Mendikbud, Menag, Menkes, Mendagri, Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 tahun 2021, Nomor HK.01.08/Menkes/4242/2021, Nomor 440-717 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

“Berdasarkan Instruksi Mendagri yang terbaru, wilayah PPKM Level 3 mulai diperbolehkan mengadakan pertemuan tatap muka di jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK. Dan tadi telah disepakati bersama dalam forum. Kita tetap mengutamakan agar protokol kesehatan bisa tetap diperhatikan,” tambah Bupati.

Disinggung tentang kapan dimulainya PTM terbatas ini, pihaknya mengembalikan hal tersebut pada kesiapan masing-masing sekolah.

“Kalau bisa Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso dengan segera membuat jadwal pelaksanaannya , atau siapnya Senin minggu depan juga tidak apa-apa. Kita luwes saja menyesuaikan kemampuan sekolah dan kesepakatan orang tua muridnya. Karena ini juga butuh izin dari orangtua murid. Jadi kita perbolehkan PTM Terbatas, namun juga tidak melarang jika memang masih ingin PJJ secara daring. Kami berharap semangat belajar anak-anak bisa kembali menguat,” tambah Bupati.

Untuk teknisnya pihaknya meminta masing-masing sekolah bisa menyesuaikan dan koordinasi dengan wali murid.

“Ayo semangat belajar anak-anakku…!! Jangan lupa tetap jaga protokol kesehatan ya, jangan sampai PTM terbatas ini menimbulkan klaster kasus baru,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso H. sugiono Eksantoso, menyampaikan hasil rapat koordinasi antara Bupati, Wakil Bupati, Dandim, Kajari, Kapolres dan Kepala Dispendikbud Bondowoso, bahwa mengijinkan siswa di Kabupaten Bondowoso belajar daring, dan jika sudah berusia 12 tahun keatas namun belum memiliki sertifikat vaksin, selanjutnya juga bisa belajar luring apabila memiliki sertifikat vaksin, khusus untuk siswa PAUD dan TK, orang tua wali wajib memiliki sertifikat vaksin, Ungkap H. Sugiono Eksantoso

Selanjutnya, Untuk Siswa yang mengikuti pembelajaran luring diharapkan sudah di vaksin, sedangkan siswa siswi yang belum di vaksin pembelajaran dilaksanakan secara daring, ini untuk mencegah penyebaran covid 19 dengan varian baru yakni MU dan Lambda sebagaimana yang diatur di Perpres, siswa yang wajib vaksin mulai usia 12 tahun ke atas, artinya mulai kelas 6 sampai SMP ke atas, Terang Mantan Kepala UPT Pendidikan Jatim, H. Sugiono Eksanto

Lebih lanjut H. Sugiono mengatakan untuk para tamu dibidang apapun yang mengunjungi Dinas Pendidikan maupun sekolah wajib menunjukkan kartu vaksin dan pi hak sekolah serta Dispendikbud wajib membentuk team satgas covid

Selain itu, untuk percepatan vaksinasi di sekolah agar pihak kepala sekolah berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan atau Puskesmas terdekat, ini yang sudah kita sepakati di Rakor bersama Forkopimda.

Menurutnya, jika usianya sudah 12 tahun keatas sesuai Instruksi Mendagri Nomor 30 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3 dan 2 Covid-19 wilayah Jawa dan Bali, tanggal 9 Agustus 2021 disebutkan bahwa Bondowoso masuk kategori PPKM Level 3.

Yang mana untuk level 3 ini (Bondowoso) pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan SKB 4 Menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri
Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Sedangkan bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen, kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB dan SMLB, MALB maksimal 62 persen  sampai dengan 100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5m (satu koma lima meter) dan maksimal lima
‌peserta didik per kelas; dan PAUD maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5m (satu koma lima meter) dan maksimal lima peserta didik per kelas, Pungkas. H. Sugiono Eksantoso. (SYAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *