Kades Ajat Sudrajat Akan Mengembangkan Potensi Sumber Daya Desa Cicinde Utara Berbasis Internasional

MutiaraindoTV, Kabupaten Karawang – Jawa Barat. Desa Cicinde Utara, Kecamatan  Banyusari, Kabupaten Karawang memiliki banyak potensi yang akan dimanfaatkan secara optimal untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, potensi tersebut, meliputi :

  • Potensi Sumber Daya Alam (SDA).
  • Potensi Sumber Daya Manusia (SDM).
  • Potensi Sumber Daya Sosial Budaya.
  • Potensi Sumber Daya Kepariwisataan.
  • Potensi Sumber Daya Ekonomi Kreatif.

Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Desa Cicinde Utara dapat menjadi modal dasar pembangunan ekonomi dalam kurun waktu 6 (Enam) Tahun mendatang, Kepala Desa Ajat Sudrajat saat mengecek tanah pertanian masyarakat menjelaskan kepada Wartawan Media MutiaraindoTV, “bahwa produktivitas tanaman padi cukup baik dan efektif dalam satuan luas lahan, maka dibutuhkan suplay air yang cukup melalui irigasi.

Oleh karena itu, untuk menunjang ketersediaan air bagi usahatani, padi haruslah dilakukan pengelolaan air secara kontinyu baik dari segi kuantitas maupun kualitas sehingga menjamin tanaman padi tidak mengalami kekurangan air yang berakibat akan menurunkan hasil produksi.

Pembangunan bendungan beserta sarana-sarana pelengkapnya, jaringan atau salurannya dimaksudkan untuk kelancaran penyaluran air ke lahan secara lancar dan teratur dan dapat memuaskan semua pihak yang berkepentingan dengan air pengairan tersebut.

Oleh karena itu diperlukan manajemen pengelolaan air yang baik yang meliputi semua rangkaian kegiatanyang terus – menerus secara terpadu yang dilakukan pada jaringan pengairan sejak kegiatan pengambilan dilanjutkan oleh pengaturan, pengukuran, penyaluran, pembagian, pemberian air pengairan yang aman sampai kepada pemakai air sampai di tingkat usaha tani secara tepat waktu, sehingga perkembangan tanaman yang dibudidayakan proses produksinya dapat terjamin. “Ungkap Kepala Desa Cicinde Utara.

Kepala Desa Cicinde Utara juga menambahkan, Pemerintah Desa berperan penting dalam pengembangan sektor UMKM, perlu dukungan dari kepala desa dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) untuk memacu pelaku UMKM untuk dapat lebih maju lagi. “Ujarnya.

Pemerintah Desa, tidak boleh hanya mengejar pembangunan fisik semata. Tapi, pemerintah desa juga harus melakukan pemberdayaan masyarakat dengan pembinaan para pelaku UMKM.

Teknisnya, usulan pemberdayaan masyarakat itu bisa dimasukkan ke dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Lalu, Pemerintah Desa dapat menggunakan anggaran dari pemerintah pusat maupun daerah dalam pelaksanaannya. “Pungka Kepala Desa.

Kepala Desa Ajat Sudrajat juga mengatakan, Desa Cicinde Utara juga memiliki sumber daya perikanan dan peternakan di antara nya budidaya ikan lele, pengelolaan ikan pindang, Bandeng, tongkol serta beberapa produksi jamur dan kerupuk yang harus kita bantu agar lebih produktif.

Sebagai contoh pengolahan hasil perikanan pasti akan menyisakan hasil samping limbah yang berupa darah, kulit, kepala, sisik, tulang, ataupun sisa daging ikan yang menempel pada tulang, serta limbah cair dari proses pencucian dan pengolahan hasil perikanan tersebut.

Limbah hasil perikanan dapat berbentuk padatan, cairan atau gas. Limbah yang berbentuk padat berupa potongan daging ikan, sisik, insang atau saluran pencernaan. Limbah yang berbentuk cairan antara lain darah, lendir dan air pencucian ikan.

Sedangkan limbah yang berbentuk gas adalah bau yang ditimbulkan karena adanya senyawa amonia, hidrogen sulfida, atau keton. Masing – masing jenis limbah membutuhkan cara penanganan khusus, berbeda antara jenis limbah yang satu dengan yang lainnya.

Namun secara garis besar, teknik penanganan dan pengolahan limbah dapat dibagi menjadi penanganan dan pengolahan limbah secara fisik, kimiawi, dan biologis. justru dapat dimanfaatkan atau diolah menjadi produk yang bernilai, sehingga dapat memberikan pendapatan tambahan untuk mengubah sesuatu yang menjijikan menjadi hal yang menjanjikan.

Bayangkan saja, 20-30 % dari produksi ikan kita sekitar 6.5 juta ton per tahun menjadi limbah. Hal ini berarti sekitar 2 juta ton terbuang sebagai limbah, yang seharusnya bisa dimanfaatkan, dengan pengolahan limbah perikanan dari dus ikan total peredaran sekitar 50-60 ton. Jadi 1% nya limbah kardus bekas ikan sekitar 500 kg, untuk itu dari sampah kita ubah menjadi rupiah.” Ungkap Ajat Sudrajat. (Rochman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *