Kadis PUPR Lepas Jurus Seribu Bayangan, Diduga Tak Mau Dikonfirmasi Terkait Lelang PBJ Pemkab Situbondo

SITUBONDO (MutiaraindoTV.com) – Viralnya pemberitaan keterlambatan pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kabupaten Situbondo terus bergulir menggelinding seperti bola salju, memantik reaksi publik terutama pegiat dan pemerhati kebijakan publik. Setalah dikritik oleh Aktivis Yang memiliki khas kepala Gundul asal Desa Paowan H. Fauzan Mistari yang kerap dipanggil dengan Bronto Seno.

Karena terlambatnya pengadaan barang dan jasa oleh Pemkab Situbondo menunjukkan lemah nya Pemerintahan Karna Suswandi – Khoironi. Bronto Mengatakan Kepala daerah itu memiliki kewenangan serta instrumen untuk menggerakkan seluruh perangkat daerah namun itu sepertinya tidak dilakukan sehingga proses pengadaan barang dan jasa mengalami keterlambatan.

Bahkan Bronto yang dikenal keras dalam mengkritik kesalahan Di Dunia Pemerintahan berharap, Apa susahnya seorang Bupati memerintahkan semua PA/PPK serta UKPBJ untuk menyegerakan melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa ? Atau jangan – jangan banyak perangkat daerah mbalelo dengan perintah Bupati ? Terlepas dari itu semua sepertinya Pemerintahan Kabupaten Situbondo ini memang lemah dalam layanan pengadaan. Ujar Bronto saat dikutip di pemberitaan Media ini. Sabtu (19/6/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun media Miris.id bahwa kurang lebih 491 paket proyek baik itu yang menggunakan sistem tender atau non tender baru pengadaan kendaraan Dinas Bupati saja yang terealisasi selebihnya masih stagnan tidak bergerak kecuali sebatas diumumkan saja dalam sistem informasi rencna umum pengadaan barang/jasa ( SIRUP ) DI Website LPSE Situbondo.

Namun lucunya lagi, Kepala Dinas PUPR kabupaten Situbondo Gatot Siswoyo saat hendak dikonfirmasi di Kantornya seakan melepas jurus seribu bayangan, Karena 3 kali didatangi di kantornya selalu menghindar apalagi sudah sepakat memiliki janji untuk bertemu.

Ketua APSi Group Aliansi Pewarta Situbondo Frengky Hendra Istiawan menyesalkan sikap Kadis PUPR yang dinilai tidak profesional dan tidak tanggung jawab.

” Saya ini mau konfirmasi, mau menanyakan mengapa lelang pengadaan barang dan jasa belum dilakukan, sudah sepakat ada janji untuk bertemu tapi Pak kadis saat didatangi selalu keluar, ada apa gerangan,” Kata Frengky dengan Keheranan.

Pihaknya menambahkan dengan sikap Kepala Dinas PUPR seperti ini tidak mau dikonfirmasi terkait perihal Pengadaan barang dan jasa jangan sampai Pemkab Situbondo seakan Lemahnya Pemerintahan Kabupaten Situbondo.

” Kalau besok tetap tak bisa ditemui dan dimintai keterangan, iya biar masyarakat menilai sendiri saja, Saya tidak mau berbicara terkait Pemerintahan lama dengan yang baru masyarakat bisa menilai sendiri, karena Proyek PBJ ini menentukan lemah tidaknya pemerintah kabupaten Situbondo yang sekarang,” Tegasnya seraya menutup wawancara ini.

(ATB-red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *