Kampung Pantan Sinaku Salah Satu Daerah Penerima Program KAT Dari Kemensos RI

MutiaraindoTV, Kabupaten Bener Meriah – Aceh. Kampung Pantan Sinaku yang berada di Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Adalah merupakan salah satu dari 12 lokasi penerima bantuan donasi pelanggan Indomaret, yang ada diseluruh wilayah Indonesia.

Kendati masyarakat Pantan Sinaku, tergolong masyarakat heterogen yang suhah membaur beberapa suku disana. Namun karena masih belum terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakatnya, Kementerian Sosial (Kemensos RI) menunjuk daerah tersebut salah satu penerima program Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang telah melalui proses pemetaan sosial dan penjajakan awal serta telah melalui tahanpan semiloka oleh tim terpadu.

Hal itu disampaikan Ani Sulistianingsih Kasubid Pelaksanaan Pemberdayaan Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Lingkungan Adat Terpencil pada Kementerian Sosial saat dikonfirmasi media ini di Kantor Dinas Sosial Bener Meriah. Jum’at, 1 November 2019.

Menurutnya, untuk Tahun 2019 Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) pelanggan Indomaret yang ada di seluruh Indonesia meningkat sangat signifikan dari Tahun 2018 mencapai Rp. 7 milyar lebih kalau sebelumnya hanya Rp. 2,3 milyar. “Jelas Ani Sulistianingsih.

Lanjutnya, dengan peningkatan yang signifikan tersebut, mengisyaratkan bahwa masyarakat pelanggan Indomaret menyadari donasi bantuan disalurkan melalui program kementerian sosial sampai pada mereka sehingga kian tahun donasi yang terkumpul semakin meningkat. “Ujar wanita yang akrab disapa Ani.

Sehingga, dengan tekumpulnya donasi yang mencapai Rp. 7 milyar lebih kementrian sosial bekerjasa dengan pihak Indomaret melalui anggaran donasi pelanggannya, akan memberdayakan 12 lokasi komunitas adat terpencil dan salah satunya di Kabupaten Bener Meriah tepatnya di Kampung Pantan Sinaku. “Tutur Ani.

Ani menerangkan, di tetapkanya Pantan Sinaku sebagi salah satu penerima bantuan pemberdayaan Adat Terpencil (KAT) karena masih belum terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat di sana, seperti Sarana Air Bersih (SAB), MCK, dan Balai Sosial.

Selain itu, kebutuhan dasar seperti kesehatan, pendidikan juga belum terpenuhi secara maksimal di kampung Pantan Sinaku tersebut. “Tegasnya.

Untuk itu, pihaknya akan membangun Sarana Air Bersih (SAB), MCK, dan Balai Sosial yang telah mereka survey lokasinya dengan pihak Dinas Sosail Provinsi Aceh, Dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah dan perwakikan Yayasan peduli Dhafa. “Sebut Ani.

Ia juga menuturkan, memang salah satu kretria penetapan daerah Komunitas Adat Terpencil (KAT) adalah masyarakat homogen (Satu Suku) dengan komunitas kecil antara 30 – 50 KK yang terdapat diwilayah yang masih terisolir didalam hutan maupun pegunungan, karena program ini dari mereka untuk mereka.

Ani menyampaikan, pemetaan sosial dan penjajakan awal penentuan daerah Pantan Sinaku menjadi salah satu penerima program PKAT. Itu sudah dilakukan pada Tahun 2016 dan selesai pada Tahun 2017 yang telah mendapatkan perhatian dari Kemensos dengan membangun sedikitnya 41 unit rumah masyarakat dan memenuhi aliran listrik pada rumah – rumah masyarakat tersebut. “Paparnya

” Sebenarnya Pantan Sinaku sudah Purn Bina dari Kementerian sosial, untuk itu kita tidak boleh mengunakan sumber anggaran APBN lagi untuk pemberdayaan komunitas adat terpencil disana. Dan kehadiran kita hari tidak memakai APBN namun kita mengunakan anggran donasi pelangan Indomaret “, ucap Ani Sulistianingsih.

Kasubid pada Kementerian Sosial itu berharap, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dengan para Organisasi Perangkat Daerahnya (OPD), memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Pantan Sinaku, baik itu kebutuhan kesehatan, Pendidikan, Akses jalan semaksimal mungkin. “Pinta Ani.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah, Almanar, sangat merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan Kementerian Sosial yang akan membangun Sarana Air Bersih, MCK, dan Balai Sosial di Kampung Pantan Sinaku.

” Sebagai masyarakat bener meriah marilah kita menjaga kebersamaan dan menjalankan program – program pemerintah yang telah diberikan pada masyarakat khususnya di pintu Rime gayo tepatnya di kampung pantan sinaku, mari kita jaga bersama – sama agar keberlanjutan program dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin “.

Kadis Sosial itu menambahkan, pada peletakan batu pertama pembangunan balai sosial, SAB, dan MCK kita sangat berharap itu dilakukan oleh Bupati Bener Meriah. Pinta Almanar. (Samsudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *