Berita Terbaru

Kapolres Aceh Tengah Turun Langsung Pengamanan Aksi Demo Mahasiswa di Kantor DPRK

×

Kapolres Aceh Tengah Turun Langsung Pengamanan Aksi Demo Mahasiswa di Kantor DPRK

Sebarkan artikel ini

Kapolres Aceh Tengah Turun Langsung Pengamanan Aksi Demo Mahasiswa di Kantor DPRK.MITV/ist

TAKENGON :MutiaraindoTV.com  – Kapolres Aceh Tengah, AKBP Dody Indra Eka Putra, ikut langsung memantau sekaligus mengamankan aksi unjuk rasa oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus Institut Agama Islam Negeri Takengon (AMPK) di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat senin (4/9/23).

Adapun tuntutan Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus Institut Agama Islam Negeri Takengon (AMPK) yakni, Mendesak Agar tempat perkuliahan mahasiswa dipindahkan ke daerah yang layak dikarenakan tempat perkuliahan saat ini tidak bisa mencerdaskan anak bangsa karena mencium bau busuk sampah.

Selain itu, Mahasiswa juga meminta Sampah yang saat ini berada di Kp Mulie Jadi Kec Silih Nara Kab Aceh Tengah harus dipindahkan.

Akibat massa tidak diberikan izin untuk masuk seluruhnya ke dalam Kantor DPRK Aceh Tengah, massa bertahan di Jalan Lintasan Depan Kantor DPRK dan menolak mengirimkan perwakilan massa ke dalam Kantor DPRK dalam rangka mediasi.

Sehingga massa menuju polres untuk meminta kapolres mengijinkan ratusan masaa bisa masuk ke gedung DPRK.

Setelah massa mendengarkan penjelasan dari Kapolres,Dody Indra Eka Putra, perihal pembatasan massa yang diperbolehkan masuk ke Kantor DPRK,sesuai SOP dan aturan dalam menyampaikan pendapat di muka umum tertuang pada Undang-Undang no 9 tahun 1998.


hingga massa menerima dan kembali lagi ke kantor DPRK guna membuat surat kesepakatan antara Ketua DPRK Aceh Tengah dan Korlap untuk pertanggung jawaban atas keamanan dan ketertiban massa ketika seluruhnya diizinkan masuk keruangan DPRK Aceh Tengah untuk bermediasi.

Dalam mediasi itu Ketua DPRK Aceh Tengah Arwin mega, menyampaikan, apa yang menjadi masalah dan aspirasi di sesuaikan dengan apa yang menjadi permasalahan kita hari ini, dalam artian tidak lari dari pokok permasalahan.

Selanjutnya Korlap Latif Ruhdi, menyampaikan aspirasi”Kami mahasiswa/i tidak ingin perkuliahan di Kp Mulie Jadi dan menginginkan perkuliahan berada di kota, karna perkuliahan di Kampus Mulie Jadi tidak layak sebagai tempat menuntut ilmu”katanya.

Lanjut Latif Rudi, Jarak tempuh dari kota menuju kampus membutuhkan waktu 1 sampai 2 jam perjalanan, bahkan yang lebih parah TPA berada tepat disamping kampus.

“Kami sudah tidak sanggup lagi berkuliah di sana dengan menghirup aroma yang sangat bau, meminta kepada pimpinan dan anggota DPRK Aceh Tengah untuk dapat memberikan kami berkuliah di perkotaaan sebagaimna petisi yang telah kami tuangkan,” Pungkas Latif.

Rektor IAIN Takengon Dr. Zulkarnain, M. Ag, yang turut hadir pada saat itu juga menyampaikan permohonan maafnya “kami meminta maaf atas kekurangan dalam memberikan pelayanan”katanya Zulkarnain

Atas desakan para Mahasiswa maka pihaknya menyerahkan kepada Ketua DPRK ” jika demi kebaikan bersama, maka pihak Kampus setuju untuk sementara waktu memindahkan kegiatan belajar mengajar dari Kampung IAIN yang berada di Kp Mulie Jadi ke Kampus yang ada di Kota Takengon untuk sementara waktu”ujarnya

Sementara itu juga H. Harun Manzola, SE. MM Asisten II, Menyampaikan, Jika kampus dipindahkan akreditas kampus juga akan dipertanyakan.

“Jadi solusi yang terbaik kampus yang berada di Kp Mulie Jadi harus juga dipergunakan walaupun tempat belajar mengajar mahasiswa dipindahkan untuk sementara waktu”kata Harun

Hasil audensi pada saat itu juga,Meliburkan sementara aktivitas perkuliahan mahasiswa/i IAIN s.d. Senin depan 11 September 2023.

Membentuk tim kecil yang melibatkan pihak eksekutif, legislatif dan unsur pimpinan IAIN Takengon guna menangani tehnis perkuliahan dan pembenahan sarana dan prasarana Kampus IAIN Takengon di Kp. Mulie Jadi Kec. Silih Nara.

Hingga audensi tersebut selesai pada pukul 18.00 wib yang berlangsung aman dan lancara.kata Dody dalam siaran tertulis melalui humas polres.(SN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *