Kasi Bimbingan Syariah Kemenag Kabupaten Sukabumi Optimis Rislah Akan Terealisasi

MutiaraindoTV, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat. Kepala Seksi Bimbingan Syariah Kementrian Agama Kabupaten Sukabumi optimis rislah sarana ibadah di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi akan terealisasi. Pasalnya lokasi pengganti selain lebih strategis juga jauh lebih luas

Selepas melakukan peninjauan lokasi tanah calon pengganti tanah mesjid dan musolah yang ada di Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kasi Bimbingan Syariah Kementrian Agama Islam Kabupaten Sukabumi H. Dede Sudanta menjelaskan berdasarkan usulan nazir Desa Nanggerang dan Keputusan Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 659 Tahun 2018.

Bahwa tanah wakaf yang akan dimanfaatkan untuk kepentingan umum bisa dilakukan rislagh, alam hal ini mesjid Dan musolah terkena proyek pembangunan tol Bogor Sukabumi Cianjur (Bocimi).

Setelah menerima usulan dari nazir Desa Nanggerang maka langkah yang dilakukan Kemenag Kabupaten Sukabumi, selain membentuk tim dan mengechek administrasi rislagh juga melakukan pengechekan tanah baik luas maupun lethal tanah pengganti termasuk mengechek administrasi pertanahannya

Juga dikatakan H. Dede Sudanta lokasi tanah pengganti telah memenuhi syarat dan letaknya lebih strategis, dari luas tanah calon penggantinya jauh lebih luas. Sebab sesuai ketentuan selain minimal luasna sama maksimal lebih luas dan lokasinya juga seharusnya lebih strategis, setelah dilakukan peninjauan lokasi dan pengechekan administrasi  Kemenag Kabupaten Sukabumi.

Dalam 4 hari kerja akan membuat rekomendasi ke Kemenag Provinsi Jawa Barat, dalam 4 hari kerja di Kemenag Provinsi Jawa Barat akan didapat kepastian atas rekomendasi ditetapkan atau tidak dari Kemenag Provinsi Jawa Barat

“Melihat kondisinya yang lebih strategis dan jauh lebih luas, serta administrasi memenuhi syarat saya optimis pelaksanaan rislagh bisa terealisasi. Ungkap H. Dede Sudanta

Untuk bangunan mesjid dengan luas 1.500 M2 dan bangunan musolah seluas 110 M2 tanah penggantinya mencapai 3.154 M2, sementara pembangunannya sepenuhnya dilaksanakan pengembang dalam Hal ini Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Pembangunan minimal luasnya sama dengan yang ada Dan maksimalnya diserahkan ke pengembang, yang akan melihat kebutuhan masyarakat seminar.” Ujar H Dede Sudanta

Perihal mulai bangunan yang diperlukan H Dede Sudanta tidak bergeming. Menurutnya Hal tersebut, bukan ranah Kemenag melainkan pengembang. Kendari begitu H. Deden berharap pengembang akan membangun sarana prasarana ini jauh lebih baik dan lebih bagus

“Pengembanglah yang akan melihat kebutuhan itu, kami dari Kemenag Kabupaten Sukabumi hanya bertugas sesuatu ketentuan dan tidak akan intervensi baik anggaran maupun teknis lainnya.” Pungkas H Dede Sudanta. (Wahid/Wiwien)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *