Kasus Penghinaan Profesi Wartawan, Polisi Telah Minta Keterangan Saksi

Caption foto – Dua orang wartawan usai dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, Selasa(5/10).

 

MutiaraIndotv.com, (Situbondo) – Kepolisian Resort (Polres) Situbondo telah memanggil Dua wartawan yakni, Tolak Imam Riyanto (Kaperwil Jatim Mutiaraindotv.com) dan Ahmad Suhrim (Tabloid Mitra Jatim), untuk dimintai keterangan, terkait laporan kasus penghinaan profesi wartawan yang dilakukan terlapor seorang preman kampung berinisial YD (47) asal Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Selasa (05/10/2021) siang.

“Kami berdua sudah dimintai keterangan sebagai saksi oleh Polisi. Benar bahwa seorang pemuda terkenal preman kampung itu berinisial YD, telah mengeluarkan kata-kata kotor, hingga menyebut semua wartawan t**k, tidak takut sama wartawan dan kamu wartawan t**k,” kata Bang Imam panggilan akrabnya wartawan PWI Situbondo yang diamini Ahmad kepada sejumlah wartawan, Selasa (05/10/ 2021).

Menurut Imam, pihaknya mengadukan dugaan itu, karena merasa tidak terima jika profesi wartawan dihina, dilecehkan atau direndahkan oleh terlapor berinisial YD. Ada beberapa unsur bukti-bukti yang diduga menjadi laporan kepada petugas kepolisian, yaitu mengenai kata-kata terlapor.

“Biar kamu wartawan dan wartawan siapa pun dan dimanapun, saya tidak takut sama wartawan. Sebab, wartawan itu kayak txxk (tidak pantas ditulis, red). Dimana saja bertemu, kita duel dah. Kalau perlu, cegat saya dah. Hey wartawan txxk,” ujar YD yang ditirukan Bang Imam.

Karena tugas profesi wartawan dilindungi oleh undang-undang pers dalam menjalankan tugas, maka, lanjut Bang Imam, memilih untuk mengadu ke pihak berwajib terkait penghinaan dan pelecehan terhadap profesi ini. “lni jelas pelecehan. Karena saya berprofesi sebagai wartawan resmi dan memiliki media dan memiliki kantor resmi di Situbondo dan juga ada kantor pusat,” jelasnya.

Sementara, sampai saat ini tidak ada itikad baik dari YD, yang telah menghina profesi wartawan. Bahkan, terkesan menantang. “kejadian ,berawal ketika dirinya duduk untuk minum kopi di warung di kawasan Dusun Kotakan Cangkreng, Desa Kotakan. Tiba-tiba saja, seorang preman kampung berinisial YD dan empat orang temannya, menghampiri.

“Mereka dengan nada memaksa meminta sejumlah uang untuk dibuat acara di depan warung kopi di wilayah Dusun Kotakan Cangkreng,” ujar Bang Imam.

Saat itulah, sambung Bang Imam, aksi preman kampung itu kemudian memaki-maki nama baik dan kehormatan pribadi. Termasuk, menyebut-nyebut dan menghina nama profesi wartawan. “Saya sempat ribut dengan YD,” ujar Imam.”

Imam juga memperhatikan respons pihak kepolisian resort Situbondo kasus yang kini menindak lanjuti kasus berita penghinaan profesi ini semoga cepat ke meja hijau. (SYAM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *