Keberadaan Medsos Ibarat Dua Sisi Mata Pisau

Palembang, Sumatera Selatan mutiaraindoTV – Saat ini media sosial (medsos) tidak hanya digunakan sebagai platform komunikasi dan sosialisasi, tetapi juga digunakan untuk kepentingan politik, pemerintahan, dan lain sebagainya.

Menjelang Pilkada 2018 ini, medsos digunakan sebagai sarana kampanye bahkan sangat masif dilakukan oleh para pendukung dan timses masing-masing kandidat.

Masyarakat Indonesia semakin hari semakin aktif di dunia maya.

Hingga awal 2018 pengguna internet di Indonesia mencapai 132 juta dengan tingkat penetrasi 45% penggila medsos sekitar 60.000.000 orang, sehingga konten-konten apapun dapat viral dengan mudah seperti misalnya peristiwa-peristiwa unik sampai pada hal-hal kecil yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan akan menjadi viral. Contoh paling anyar terjadi di Pamekasan Madura “puluhan siswa pingsan dan muntah-muntah setelah diimunisasi vaksin defteri”.

Media Online adalah segala jenis media atau sarana komunikasi yang tersaji secara online melalui koneksi internet, seperti email, website, blog, media sosial, jejaring sosial, termasuk aplikasi chatting seperti WhatsApp, messenger dan Line. Media artinya sarana, saluran, atau channel. Online artinya terhubung ke jaringan Internet atau Dalam Jaringan (Daring) dalam bahasa Indonesia, yakni jaringan internet.

Keberadaan media sosial (Medsos) misalnya whatsapp, facebook, twitter ibarat dua sisi mata pisau. Ia bisa sangat bermanfaat tapi bisa amat berbahaya bagi kelangsungan hidup bersama. Ekses itu diantaranya berupa berita bohong (hoax) bertabur fitnah dan ujaran kebencian.

Selain itu, dampak medsos bagi penggunanya banyak waktu yang terbuang karena asyik bermedsos, konten medsos sangat mudah memberi pengaruh negatif dan beberapa dampak sosial lainnya. Itulah sebabnya muncul ekses yang berpengaruh masif bisa merusak tatanan sosial bahkan tidak sedikit jatuh korban dari berkembangnya fenomena jejaring medsos.

Bermedsos yang baik hanya terwujud bila digunakan secara bertanggung jawab. Masyarakat perlu bijak dan dibutuhkan kematangan sosial dalam penggunaan medsos. Diawali dengan kemampuan berpartisipasi dalam lingkungan dan dalam bermedsos dituntut bisa bekerjasama dalam kelompok.

Selain itu juga dapat menunjukkan sikap berbagi dan bukan saling menjatuhkan apalagi menghujat. Jejaring sosial akan lebih bermanfaat bila ditujukan untuk saling berbagi dengan sesama.

Penulis : Dr. Adi Suparto M.Pd.          Editor : R.M Ali

Check Also

Ketua PWI Bekasi Hadiri FKP Pelayanan Administrasi Kependudukan

mutiaraindotv.com | KOTA BEKASI – PWI Bekasi menghadiri undangan Forum Konsultasi Publik (FKP) terkait Pelayanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *