Kejari Gunungsitoli Kembali Lidik Kasus Dugaan Tipikor Di SLB Negeri Nias Barat Bersama Tim Ahli Dan BPKP Sumut

MutiaraindoTV, Kabupaten Nias Barat – Sumatera Utara. Kejaksaan Negeri Gunungsitoli yang dipimpin Kasi Pidsus Yus Iman Harefa SH., MH dan E Lase SH, kembali melakukan penyelidikan atau pemeriksaan objek fisik bangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Nias Barat Tahun 2016. Bersama dengan Tim Ahli dan BPK Provinsi Sumatera Utara, pemeriksaan itu dilakukan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pada pelaksanaan pengerjaan pembangunan sekolah tersebut. Selasa 06 November 2018.

Dalam penyelidikan kedua kali ini, Tim Ahli bersama BPKP melakukan uji kekuatan konstruksi bangunan. Dari pantauan media MutiaraindoTV, terlihat beberapa titik di dinding, tiang dan fondasi bangunan dilakukan pengetesan dengan hasilnya berfariasi.

Turut disaksikan Kepala Desa Onowaembo Edison Daeli, Sekretaris Inspektorat Kabupaten Nias Barat Salatieli Daeli S.Pd, Komite Sekolah dan sejumlah warga yang ingin menyaksikan jalannya proses pemeriksaan konstruksi bangunan.

Pelaksanaan pemeriksaan itu berjalan dengan baik, Kasi Pidsus Yus Iman Harefa SH., MH menyampaikan. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memperoleh dan atau menambah data/bukti demi pemberian status hukum pada penanganan kasus dugaan Tipikor di pembangunan Gedung Sekolah Luar Biasa (SLB).

“Pemeriksaan ini kami lakukan kembali untuk memperoleh atau menambahkan data, demi kepastian kalau nanti rekan Tim Ahli bersama BPKP temukan ada pelanggaran maka itulah yang akan kita tindak lanjuti, ”ungkapnya.

Seperti pada pemberitaan media MutiaraindoTV sebelumnya, sebagai tindak lanjut pengusutan kasus dugaan Tipikor pada pelaksanaan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Nias Barat, yaitu Tahun Anggaran 2016 yang menelan biaya sebesar Rp. 2,3 Miliar lebih. Kejari Gunungsitoli lakukan lidik. (Baca : _Kejari Gunungsitoli Lidik Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Di SLB Negeri Nias Barat_ ) dan ( _Diduga Proyek Pembangunan SLB Negeri Nias Barat Sarat Korupsi, Kejari Gunungsitoli Lakukan Lidik_ ).

Dipenghujung penyelidikan, entah itu kurang puas ataupun mau membantu proses penyelidikan APH. Salah seorang warga yang turut menyaksikan berinisial YD, dengan berani meminta Kejari, Tim Ahli dan BPKP untuk memeriksa lagi konstruksi fondasi bangunan yang diyakininya tidak ada semen hanya tumpukan batu.

“Pak kalau mau periksa lagi, dan bila berkenan saya siap membantu penyelidikan ini. Saya memberitahu dimana titik/lokasi fondasi bangunan yang belum dikasi semen hanya tumpukan batu saja, ”ujarnya sambil menunjuk tempat lokasi.

Menanggapi hal itu, salah seorang Tim Ahli mengatakan. Pemeriksaan sudah dilakukan dengan hanya mengambil sampel, juga ditambahkan Kasi Pidsus, mengapresiasi niat baik warga tersebut.

“Untuk pemeriksaan kali ini kita cukupkan saja, kami sudah mengambil sampel. Kita percayakan sepenuhnya kepada para tim, bagaimana hasilnya kita tunggu”.

Lanjutnya, “Kepada Bapak yang berkenan membantu, kami ucapkan terima kasih banyak atas kesediaannya. Itu, kami sangat hargai. Lalu perlu kami sampaikan pemeriksaan ini bukan hanya kali ini, Kita tunggu dulu hasilnya nanti kedepannya kita tetap lakukan. ”Ujarnya mengakhiri. (AH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *