Kekecawaan Ahli Waris Setelah Mencabut Laporan Dari Polres Mempawah, Langsung Mereka Mendatangi Dan Melapor Ke Polda Kalbar

MutiaraindoTV, Kabupaten Mempawah – Kalimantan Barat. Hamdani Hasan sebagai perwakilan ahli waris mengungkapkan kekecewaan mereka kepada pihak penegak hukum Polres Kabupaten Mempawah, sebab laporan ahli waris. Yang dirusak lahan mereka oleh oknum kontraktor pelaksana, yang melaksanakan kegiatan Pembangunan Rehabilitasi Sosial Ekonomi Pascabencana.

Yang dikelola Dinas Badan Penangulanggan Bencana (BNPB), Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Kepihak Polres Kabupaten Mempawah beberapa hari yang lalu tidak di menggubris, dan mereka mencabut laporan ke pihak Polres Kabupaten Mempawah.

Hamdani Hasan menerangkan kepada awak media ini di Kota Pontianak Jalan Petran, mereka sebagai ahli waris seolah – olah tidak dianggap waktu memberikan laporan, serya keterangan kepada pihak Polres Kabupaten Mempawah. Nah dengan demikian, “ungkap Hamdani Hasan (40 Tahun) yang mewakili ahli waris. Rabu, 08 Agustus 2018 sekitar pukul 11.00 WIB.

mereka merasa geram, makanya mencabut laporan kepihak Polres Kabupaten Mempawah, dan akan melanjutkan laporan mereka ke pihak Polda Provinsi Kalimantan Barat.

Hamdani Hasan menambahkan, beberapa area lahan mereka yang dirusak oleh oknum pelaksana kegiatan tersebut. Di pelaksana kegiatan ada beberapa CV diantaranya :

– CV. Hardi Mulia Pratama.

– CV. Zaren Sejahtera.

– PT. Prisma Winda.

 

Sebagai Pemenang lelang tender proyek tersebut, ahli waris sendiri sebagai pemilik lahan yang dirusak. Merasa dirugikan, makanya mereka melaporkan hal tersebut Kepada Dinas Terkait. Tetapi tidak ditanggapi, Akhirnya mereka melapor ke Polres Kabupaten Mempawah juga sama tidak ada respon. Malah juga seperti dipojokkan, “ungkap Hamdani.

Maka dari itulah mereka akan melengkapi data – data untuk meneruskan laporan ke Polda Provinsi Kalimantan Barat, tujuannya meminta keadilan sesuai hukum dan undang – undang yang Blberlaku. Karna wajib Kami juga warga negara yang harus wajib dilindunggi oleh hukum, “pungkas Hamdani. (Jon/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *