Uncategorized

Kembali Terjadi Semburan Sumur Bor Ilegal Di Sungai Lilin, Pemerintah Harus Tegas..!, Ada Zat Berbahaya

×

Kembali Terjadi Semburan Sumur Bor Ilegal Di Sungai Lilin, Pemerintah Harus Tegas..!, Ada Zat Berbahaya

Sebarkan artikel ini

Mutiaraindotv – Kabupaten Musi Banyuasin, Bahaya bagi kesehatan dari semburan sumur minyak ilegal yang berada di Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Yang saat ini terjadi kembali, membuat heboh warga sekitar, yang mana semburan tersebut menjadi tontonan warga sekitar lokasi. Semburan itu biasa masyarakat lokal menyebutnya nya meluing, bahkan semburan itu memenuhi aliran sungai di sekitar, masyarakat lokal menyebutnya sungai Parung.

Sumatera Selatan merupakan provinsi yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah salah satu nya banyak kandungan minyak dan gas. Di lansir dari media online yang beredar semburan ini merupakan sumur ilegal yang di kelola secara tradisional keahliannya masyarakat lokal. Ada dampak negatif bagi masyarakat sekitar, yakni keluarnya zat alkana dari semburan sumur minyak ini, zat itu keluar dari sumur minyak tercampur dengan air mineral, minyak mentah, dan gas bumi. Zat ini adalah senyawa kimia hidrokarbon yang tergolong sukar bereaksi di udara. Dan jika terhirup oleh manusia, senyawa alkana di pastikan tersimpan di dalam tubuh.

” Dalam aspek lingkungan, bahwa pertambangan minyak ilegal tidak ada manfaatnya. Yang ada justru dampak negatif terhadap kesehatan, karena pencemaran tanah, air, dan udara akibat zat alkana ini. Maka dari itu kepada Pemerintah Pusat, Provinsi Sumatera Selatan dan terkhusus Kabupaten Musi Banyuasin untuk menghentikan semua aktivitas pengeboran minyak bumi yang tak memenuhi standar pengeboran “.

Driling atau pengeboran minyak tentunya diawasi oleh undang-undang dan pihak aparat serta kegiatan ini harusnya mendapat izin dari pemerintah. Kenyataannya, masyarakat melakukan pengeboran secara illegal dan mengabaikan dampak yang terjadi, masyarakat tetap saja melanjutkan kegiatan illegal drilling walaupun dengan modal keterampilan yang serba terbatas.

Bahkan aktivitas pengeboran minyak yang awalnya di sumur yang terbengkalai, gali di kebun-kebun yang kosong atau pinggiran hutan, kini merambah lagi ke lokasi dekat permukiman. Tentu pekerjaan ini melanggar Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi. Penulis merumuskan dalam penelitian ini yaitu bagaimana konsep Illegal Drilling menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi?Bagaimana sanksi hukum pelaku tindak pidana illegal drilling menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Illegal Drilling menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi adalah perbuatan yang melawan hukum dengan cara mengeksporasi, mengeksploitasi dan melakukan pengeboran minyak tanpa izin dari pemerintah terkait dan menyebabkan kerugian atas lingkungan hidup dan ekonomi negara.

Hal ini dikenai hukuman yang telah diatur dan ketentuan pidananya. Sanksi hukum pelaku tindak pidana illegal drilling menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi terbagi atas tiga katagori yaitu pelanggaran seperti melakukan survey umum tanpa izin, tidak menjaga kerahasiaan data survei umum. Kemudian yang kedua yaitu kejahatan seperti melakukan eksplorasi dan /atau eksploitasi tanpa kontrak kerja sama, melalakukan pengelolaan usaha hilir tanpa izin, melakukan pengangkutan usaha hilir tanpa izin, melakukan penyimpanan pada usaha hilir tanpa izin, melakukan penjualanan pada usaha hilir tanpa izin, memalsukan olahan BBM dan gas murni, serta ,menyalahgunakan subsidi pemerintah. Yang ketiga adalah pidana tambahan yaitu berupa pencabutan hak atau perampasan barang yang digunakan untuk atau yang diperoleh dari tindak pidana dalam kegiatan usaha minyak dan gas bumi.

Akan tetapi para aparat setempat terkesan mengabaikan dari ketetapan aturan yang ada malah marak dilapangan banyaknya lapak pungli setiap mobil pengangkut minyak mentah melintas dikenakan biaya. Ini terjadi saat tim Mutiaraindotv survey dilapangan banyaknya pos disetiap sudut jalan sepanjang Simpang Sukarame sampai Sungai Lilin. Tim berharap adanya ketegasan dari Pemerintah Pusat dan aparat penegak hukum untuk menghentikan galian sumur ilegal yang terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin. (018).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *