Kepala Penerangan Komando Daerah Militer XII Tanjungpura, Menjelaskan Kronologi Tentang Dua Orang Anggota Satgas Pamtas Batalyon Infanteri 642 Kapuas Yang Ditahan Oleh Polisi Malaysia

Mutiara IndoTV, Kabupaten Kubu Raya – Kalimantan Barat. Kepala Penerangan Komando Daerah Militer XII Tanjungpura Kolonel Inf Tri Rana Subekti S.Sos, memberikan klarifikasi terhadap berita yang sudah terbit dimedia beberapa waktu yang lalu tentang terjadinya Penahanan dua Orang Anggota Pos Sei Saparan Satuan Setingkat Kompi (SSK) II Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif) 642 Kapuas oleh Polis Diraja Malaysia (PDRM) atau Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Lundu Malaysia, di daerah Lundu. Serawak Malaysia, pada Jum’at (23/3/2018) lalu. Hal ini dikatakan Kapendam XII Tanjungpura, saat dimintai keterangan di Media Center Kodam XII Tanjungpura. Sabtu, (24/3/2018) malam.

Menurut Kapendam XII Tanjungpura terjadinya Penahanan 2 Orang Anggota Pos Sei Saparan SSK II Satgas Pamtas Yonif 642 Kapuas, oleh PDRM atau IPD Lundu Malaysia ini terjadi pada saat melakukan Pengendapan (Ambush) di wilayah Perbatasan RI-Malaysia Jalur Pelolosan Patok D. 699/11 atau Pintu Portal Kebun Sawit Malaysia (PT. Rimbunan Hijau).

“Jadi pada hari Rabu tanggal 21 Maret 2018 Danpos Sei Saparan SSK II Satgas Pamtas Yonif 642 Kapuas An. Sertu Abiyulsani mendapat perintah dari Dan SSK II Satgas Pamtas Yonif 642 Kapuas An. Kapten Inf. Suyitno, untuk melaksanakan pengendapan di jalur pelolosan (Jalan Tikus) patok D. 699/11 mulai dari tanggal 22 sampai dengan 24 Maret 2018.

Danpos bersama Pratu Eka Satria mendapat tugas untuk melaksanakan pengendapan di sektor jalur pelolosan (Jalan Tikus), simpang 4 jalan Divisi Kebun Sawit PT. Ledo Lestari Semunying dan Kopda M. Rizal bersama Praka Subur Arianto. Sedangkan sisa anggota pos standby berada di Pos Sei Saparan dipimpin oleh Wadanpos,” ujar Kapendam XII Tanjungpura

Lanjut Kapendam XII Tanjungpura, Pukul 23.00 WIB Danpos Sei Saparan bersama 3 orang anggotanya berangkat dari pos menuju sektor pengendapan. Namun saat dihubungi oleh Danpos Sei Saparan keesokan harinya pada Pukul 05.00 WIB, HP milik Kopda M. Rizal tidak dapat dihubungi.

Maka dari itu Danpos Sei Saparan langsung menghubungi Wadanpos An. untuk menanyakan keberadaan Kopda M. Rizal dan Praka Subur Arianto, namun Danpos Sei Saparan juga tidak mendapatkan keduanya berada ditempat yang sudah diperintahkan.

“Kemudian Danpos Sei Saparan bersama Pratu Eka Satria bergegas pergi menuju tempat tugas kedua anggota tersebut, akan tetapi setelah tiba di lokasi Kopda M. Rizal dan Praka Subur Arianto tidak berada ditempat. Lalu Danpos Sei Saparan bertanya kepada salah satu pekerja Poiman (37) yang ada disekitar kawasan, dan mendapat informasi Poiman sempat melihat Askar TNI bertemu dengan PDRM pukul 06.30 WITA,” jelas Kapendam XII Tanjungpura.

Lebih lanjut kata Kapendam XII Tanjungpura, mendapat informasi tersebut Danpos Sei Saparan langsung melaporkannya kepada Dan SSK II Satgas Pamtas Yonif 642 Kapuas Kapten Inf Suyitno bahwa 2 orang anggota Pos Sei Saparan An. Kopda M. Rizal dan Praka Subur Arianto belum kembali ke Pos dan juga tidak berada di lokasi sebagaimna ditugaskan.

Mendengar kejadian tersebut, Dansatgas Yonif 642 Kapuas An. Letkol Inf Faisal Amri S.E menghubungi Dan SSK II Dansatgas. Dan mendapat informasi dari Danyon TDM RAMD 11, bahwa 2 orang anggota TNI ditahan PDRM dan posisinya di Kantor Polis Diraja Malaysia wilayah Lundu.

“Dan pada Saat bertemu dengan Polis Diraja Malaysia ke dua anggota Satgas Pamtas Yonif 642 Kapuas ditahan karena Polis Diraja Malaysia mengclaim kedua prajurit TNI tersebut, sudah melanggar dan masuk wilayah Malaysia. Namun kita sudah membuat laporan kepada Komando Atas dan berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal RI serta ILO RI di Kuching Serawak Malaysia, untuk kelanjutan proses pemulangan kedua Prajurit TNI Satgas Pamtas Yonif 642 Kapuas,” pungkas Kapendam XII Tanjungpura. (Viky/Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *