Kepedulian Pemkab Terhadap Pendiri Bondowoso Kurang ?

Mutiaraindotv.com, BONDOWOSO, JAWA TIMUR-Tampaknya siapa yang bertanggungjawab atas renovasi makam Ki Ronggo yang diterjang agin puting beliung masih menarik untuk dijadikan berita. Ini bukan karena soal nilainya, tapi lebih kepada kepedulian terhadap pembabat tanah Bondowoso.

Memang, setelah musibah kecil itu menimpa perhelatan terahir Ki Ronggo, sejumlah pejabat langsung turun. Keturunan pendiri Bondowoso ini bangga karena ada kepedulian dari pemertintah.

Berdasarkan kepedulian itulah, lalu dibuatlah proposal kepada Bupati Drs. KH. Salwa Arifin untuk membantu melakukan renovasi. Dan proposal tersebut didisposisi ke Sekda Drs. H. Bambang Sukwanto, MM.

Masalah muncul ketika proposal tersebut sampai di meja Sekda. Informasi yang diterima mutiaraindotv.com, Sekda mendisposisikan pada Dinsos dan P3KB. Namun dibantahnya.

“Kata siapa disposisi ke Dinsos dan P3KB? Coba lihat disposisinya, jika benar ada ke Dinsos dan P3KB,” jawab Bambang dikonfirmasi via pesan singkat, ahad (25/12/2022) kemarin.

Dikatakan pejabat yang pernah menjabat sebagai Kepala Diskoperindag ini, perintah kepada Dinsos dan P3KB adalah menyiapkan ongkos tukangnya, bukan membiaya perbaikan atap yang rusak.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disparbudpora, Mulyadi, SP, MM mengatakan yang mempunyai tanggung jawab memperbaiki atap makam Ki Ronggo adalah institusinya. Namun kalau tidak ada perintah, kan tidak bisa mendahului pimpinan.

Sedangkan, Anisatul Hamidah, Kepala Dinsos dan P3KB mengakui, Ikatan Keluarga Besar Ki Ronggo mempertanyakan, apakah institusinya bertanggungjawab untuk memperbaikinya.

“Saya jelaskan, sesuai aturan, perbaikan Sarpras makam Ki Ronggo yang rusak Tusinya Disparbudpora, bukan tanggung jawab Dinsos dan P3KB,” kata Anis, sapaannya, dikonfirmasi terpisah.

Sebelumnya, Supriadi, Ketua Ikatan Keluarga Besar Ki Ronggo mengatakan, telah menyodorkan proposal permohonan perbaikan atap yang rusak kepada Bupati Drs. KH. Salwa Arifin pasca disurvey Wabup, BPBD dan Disparbudpora. (sam/zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *