Kesal Menunggu Pemkab, Keluarga Ki Ronggo Urunan Perbaiki Atap Rusak

Mutiaraindotv.com, BONDOWOSO, JAWA TIMUR-Atap makam Raden Bagus Asra atau Ki Ronggo di Kelurahan Sekar Putih, Kecamatan Tegalampel, rusak diterjang angin puting beliung. Walaupun atap makam ‘The Founding Father’ Bondowoso itu rusak parah pada September 2022 lalu, namun Pemkab tidak memperbaiki sampai penghujung tahun ini.

Padahal, Raden Bagus Asra adalah ‘pembabat alas’ Bondowoso pada tahun 1819 silam. Raden Bagus Asra kemudian mendapatkan gelar Ki Ronggo, sebagai pemangku kekuasaan kala itu sebelum diubah oleh Pemerintah Belanda dengan sebutan Bupati.

Usia meninggal pada tahun 1854, Raden Bagus Asra dimakamkan di sebuah bukit di Kelurahan Sekar Putih, Kecamatan Tegalampel. Jenazah istri, anak, cucu dan keturunannya juga dimakamkan di komplek yang sama hingga saat ini.
Pemkab Bondowoso menjadikan komplek pemakaman keluarga besar Ki Ronggo sebagai cagar budaya dan wisata religi. Pada 24 September 2022 lalu, angin puting beliung menerjang bagian belakang makam Ki Ronggo.

Menurut Supriadi, Ketua Ikatan Keluarga Besar Ki Ronggo, Pemkab telah meninjau lokasi dua hari usai bencana terjadi. Mereka yang datang adalah Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat didampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora).

“Wabup bilang kalau (atap yang rusak) ini harus secepatnya diselesaikan, diperbaiki,” ungkapnya.

Kemudian, Ikatan Keluarga Besar Ki Ronggo berkirim surat kepada Bupati Drs. KH. Salwa Arifin.

“Saya berkirim surat kepada Bupati. Bupati mendisposisikan pada Sekda. Sekda melanjutkan disposisi) ke Dinsos dan P3KB. Setelah saya tanyakan ke Dinsos, ternyata tidak ada dana,” keluhnya.

Disamping itu, Dinsos yang ditunjuk oleh Sekda untuk memperbaiki atap makam Ki Ronggo yang rusak mengatakan, memperbaiki atap bocor bukan Tugas dan fungsi (Tusi) nya.

“Terpaksa keluarga Ki Ronggo berkumpul dan akhirnya sepakat keluarga besar yang memperbaiki,” bebernya.

Mereka akhirnya merogoh kocek pribadi. Sebab selama 3 bulan menunggu bantuan tidak ada kepastian dari Pemkab. “Tiga bulan gak ada kepastian. Kalau hujan ya bocor dan airnya masuk ke area makam. Akhirnya kami memperbaiki sendiri,” kesalnya. (sam/zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *