Ketua DPD LAKI Mendesak Bupati Kabupaten Kubu Raya, Mencopot Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya

MutiaraindoTV, Kabupaten Kubu Raya – Kalimantan Barat. Ketua DPD Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Burhanudin Abdullah mengatakan, Orang setingkat Kepala Dinas yang menangani Pertanian pertama. Adalah orang yang mempunyai komikmen dan ahli untuk mengelolah Pertanian itu dengan baik, karna selama ini Laskar Anti Korupsi Indonesia (lAKI) melihat bahwa. Penempatan pejabat setinggi Kepala Dinas Pertanian, oleh Bupati Kubu Raya Itu yang kurang tepat.

”Karna dari hasil evaluasai pekerjaan Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya itu banyak yang tidak bermanfaat, yang mana dapat mengakibatkan timbulnya masalah hukum. ”Katanya. Rabu, 26 September 2018.

Sehingga kalau ini tetap di pertahankan maka, jelas masalah hukumnya yang akan timbul juga akan mengakibatkan terjadinya kerugian negara. Karna itu Laskar Anti Korupsi Indonesi.(LAKI), sangat berharap Bupati Kubu Raya segera mencopot Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya. Untuk diganti pada orang yang tepat, “pintanya.

agar pembangunan Pertanian di Kabupaten Kubu Raya tepat sasaran dan dapat bermanfaat bagi masyarakat, dapat melansungkan pembangunan Pertanian di Kubu Raya. “Harapnya.

“Menurut Burhanudin Abdullah Ketua DPD Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI), Kepala Dinas Pertanian itu di pimpin orang yang tidak tepat. Karna banyak anggaran negara yang boros yang merugikan keuangan negara, dikarnakan banyak pekerjaan yang tidak bermanfaat”.

”Sehingga uang ini, uang rakyat ini banyak dibuang percuma. Pertama itulah tadi banyak pekerjaannya pembangunannya, tidak tepat dan tidak bermanfaat. Sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara dan tidak ada manfaatnya, untuk kepentingan masyarakat.

Karna itu Burhanudin Abdullah Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) mendesak Bupati Kubu Raya mencopot Kepala Dinas Pertanian Kubu Raya, karna dinilai tidak tepat. “Ungkapnya. (Nurdin/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *