Ketua DPRD Bondowoso Apresiasi APH

Mutiaraindotv.com, BONDOWOSO, JAWA TIMUR-Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhafir mendukung dan meminta Polres untuk mengusut tuntas penangkapan oknum sopir dan oknum guru honorer yang mengirim pupuk bersubsidi ke Kecamatan Sumber Wringin.

Keduanya diduga pemain pupuk bersubsidi yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim gabungan. Dhafir, sapaannya, juga meminta tidak hanya oknum sopir dan oknum guru honorer yang diproses hukum.

“Namun polisi harus mencari pihak lain yang terlibat, baik pemilik Kios Pupuk maupun Distributor. Harus ditelusuri, dari mana pupuk itu diperoleh dan mau dikirim kermana,” pintanya, kamis 13/10.

Penangkapan kedua orang tersebut, lanjutnya, merupakan pintu masuk Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengungkap persoalan carut marut pupuk bersubsidi di Bondowoso.

Ditambahkan, di Bondowoso, pendistribusian pupuk bersubsidi, dari tahun ke tahun selalu terjadi ketimpangan. Pihak kepolisian harus mengusut tuntas, siapapun yang memback up.

Politisi PKB ini mengaku, selama ini sudah berulang kali mengingatkan, jangan bermain-main dengan pupuk bersubsidi. Termasuk floating pupuk di kecamatan-kecamatan.

Carut marutnya pembagian pupuk bersubsidi dimanfaatkan dan disalahgunakan oleh oknum. Sekarang terbukti, dengan ditangkapnya dua orang di Kecamatan Sumber Wringin. Ini bagian kecil dari yang sudah terungkap.

“Saya meminta, khususnya pada KP3 untuk menata kembali tata kelola pupuk dan pendistribusiannya sesuai dengan jumlah luas lahan pertanian. Pengalokasian bukan hanya mengacu pada RDKK, tapi pula perlu juga mempertimbangkan luasan lahan pertanian,” sarannya.

Pupuk ini, tanyanya, untuk petani atau lahan pertani? Kalau untuk lahan pertanian harus disesuaikan dengan luas lahan. KP3 agar mencabut izin Distributor yang terbukti melanggar aturan. (sam/zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *