Ketua DPRD Khawatir, Pupuk Bersubsidi Di Jual Ke Pabrik Triplek

Mutiaraindotv.com, BONDOWOSO, JAWA TIMUR-Pernyataan mengejutkan disampaikan oleh Ketua DPRD H. Ahmad Dhafir yang hawatir Pupuk Bersubsidi di jual ke Pabrik Triplek. Karena ternyata, pupuk ini bisa digunakan menjadi lem.

“Informasi yang saya terima, Pabrik Triplek mengunakan Pupuk Urea sebagai lem. Tidak menutup kemungkinan, pupuk tersebut dijual ke Pabrik oleh Distributor,” kata Dhafir, sapaannya dalam Rakor Pansus.
dengan Pupuk Indonesia (PI) dan KP3, senin 26/9.

Peluang ini, lanjutnya, dimainkan oleh Distributor, akibat e-RDKK yang tidak valid. Dengan modus, pupuk yang dijual milik oran yang namanya masuk ke e-RDKK, tapi tidak mempunyai lahan pertanian.

Politisi yang biasa dipanggil Ketua ini juga meminta kepada PI, agar tidak hanya memenuhi kebutuhan Pupuk Bersubsidi sesuai dengan yang tertera di e-RDKK, tapi juga ikut mengendalikan.

Ditambahkan, agar penyaluran pupuk selama 12 bulan tepat sasaran. Faktanya dilapangan, setiap petani membutuhkan pupuk bersubsidi, saat itu pula pupuknya menghilang.

“Seandainya, Dinas Pertanian Pemprov Jatim tidak meminta tambahan Pupuk Bersubsidi, maka mulai Oktober hingga Desember, di Bondowoso tidak ada Pupuk Bersubsidi,” jelasnya.

Di Maesan, ada Kios Pupuk diminta Verval 16 ton, namun hanya dikirim 8 ton oleh Distributornya. Ada juga Kios yang di Verval 20 ton, tapi pupuknya belum dikirim. Subsidi negara pada Pupuk Bersubsidi Rp 775 ribu/kw.

“Bisa dibayangkan berapa uang negara yang diduga dikorup. Kalau 1kw disubsidi Rp 775 ribu, berarti kalau 10 ton Rp 77 juta 750 ribu. Kemudian kali 2, sama dengan 155 juta 500 ribu. Itu baru kerugian negara dalam 1 kios,” tambahnya.

Ini gambaran, kata Dhafir, carut marutnya pendistribusian pupuk bersubsidi. Informasi ini sengaja kami sampai pada PI, agar ikut mengendalikan pupuk bersubsidi dan memberikan sanksi pada Distrubutor Pupuk nakal. (sam/zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *