Ketua IDI Jatim Lantik Pengurus IDI Cabang Situbondo

Mutiaraindotv.com, Situbondo – Ketua IDI Provinsi Jawa Timur, Dr. dr. Sutrisno melantik 111 Pengurus dan Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Situbondo masa bakti 2021-2024. Dan dirangkai dengan webinar dan Rapat Kerja Pengurus IDI Cabang Situbondo bertempat di Pendopo Bupati Situbondo, Minggu (12/03/2022).

Kegiatan ini dimulai pukul 08.30 Wib sampai dengan selesai, mengingat saat ini masih situasi pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai. Para pengurus dan anggota yang akan dilantik berkumpul di Pendopo Bupati Kabupaten Situbondo dengan menerapkan protokol kesehatan,

Sebelumnya, dalam Musyawarah Cabang IDI Cabang Situbondo telah menetapkan dr. GM. Candrawati sebagai Ketua IDI Cabang Situbondo. Pelantikan pengurus IDI Cabang Situbondo ini didukung kehadiran Bupati Situbondo, H. Karna Suswandi, Pengurus IDI Jawa Timur dan Forkopimda serta seluruh Pengurus dan Anggota IDI Cabang Situbondo masa bakti 2021 – 2024.

Ketua IDI Cabang Situbondo dr.GM.Candrawati mengatakan, acara pelantikan Pengurus IDI ini sebenarnya sempat tertunda karena pelaksanaan muscab tidak bisa tepat waktu kita laksanakan karena situasi pandemi yang terus berkelanjutan sampai dengan tahun 2022, yang sedianya Musyawarah Cabang (Muscab) sudah kami rencanakan pada bulan Juni 2020, tetapi begitu hebatnya situasi pandemi pada waktu itu, sehingga sampai ada korban atau kehilangan 3 sejawat kami di Situbondo, Ungkap dr. GM Candrawati.

” Salah satunya yaitu dr. spesialis paru yang menjadi korban akibat pandemi Covid-19,kejadian ini sangat memukul para pengurus IDI Kabupaten Situbondo, karena begitu beratnya memikul jabatan tersebut dan saya mengucapkan Terima kasih kepada temen temen IDI Situbondo yang masih mempercayakan jabatan Ketua IDI kepada saya sampai dua periode ini, semoga kita semua bisa bersinergi dan bersama sama membangun profesionalisme IDI di Situbondo ke depan lebih baik lagi, “ungkapnya.

Menurutnya, jumlah anggota IDI di Kabupaten Situbondo sampai saat ini berjumlah 111 dokter, terdiri dari dr. umum 82 orang dan dr. spesialis sebanyak 29 orang, dan dalam pelaksanaan pengajuan menjadi anggota IDI yang saat ini masih dalam proses sebanyak 25 orang, jadi jumlah dr. spesialis di kabupaten Situbondo berjumlah 45 orang tapi hampir 50 persen dr, spesialis tersebut masih status kontrak.

” Oleh karena itu, saya mohon kepada Bupati Situbondo untuk bisa memfasilitasi para dokter dokter tersebut untuk menempati posisi ASN di Kabupaten Situbondo ini, jadi nanti kalau semuanya jadi anggota IDI, jumlah anggota kita bertambah menjadi 136 dokter di Situbondo, “tutur dr. GM. Candrawati.

Dia mengungkapkan, sejak masa pandemi covid 19, IDI cabang Situbondo sudah membentuk Satgas Covid-19 yang diketuai dr. Budiman dan kita sudah berkoordinasi dengan komisi IV DPRD dan Dinas Kesehatan Situbondo tentang pembentukan Satgas ini, tugas Tim Satgas Covid-19 ini lebih banyak bergerak di persoalan persoalan bencana termasuk Covid-19, karena Covid-19 ini termasuk bencana nasional.

” Oleh karena itu, kami berharap Kepengurusan IDI Cabang Situbondo dapat ikut mendukung harapan semua pihak agar tetap bisa menjaga dan bisa terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitas para dokter, “harapnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Drs. H. Karna Suswandi, MM setelah memberikan penghargaan kepada tiga keluarga dokter yang meninggal akibat bertugas saat Pandemi Covid-19 Situbondo mengatakan, dengan adanya IDI di Kabupaten Situbondo, paling tidak seluruh dokter yang ada di Kabupaten Situbondo akan bisa bersatu padu, kompak, dan akan bisa memiliki kebersamaan untuk bisa membangun masyarakat Situbondo khususnya di bidang kesehatan.

” Kebersamaan ini penting
karena kalau kita bersama sama dan mengambil langkah yang sama didalam rangka untuk menyehatkan masyarakat Kabupaten Situbondo tentu saya optimis masyarakat Situbondo kedepan akan menjadi masyarakat yang sehat dan kalau sudah sehat tentu akan bekerja dengan baik, kalau sudah bisa bekerja tentu akan bisa menafkahi keluarganya, “ungkap H Karna Suswandi.

Lanjut Bupati, oleh karena itu, saya minta kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan termasuk Direktur Rumah Sakit, di Kabupaten Situbondo, agar terus bersosialisasi terkait masalah program Sehati yang saat ini banyak sorotan dari masyarakat, karena pihak rumah sakit masih ada yang meminta jaminan ketika ada masyarakat yang mau rawat inap ketika pasien tersebut menggunakan program sehati, saya tegaskan lagi jangan minta jaminan.

” Jadi prinsipnya kalau misalnya pasien tersebut tidak masuk dalam DTKS sebagaimana Perbup, maka pihak Rumah sakit atau Puskesmas langsung koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Situbondo, agar dibuatkan surat keterangan dalam proses, biar Dinas sosial yang mengusulkan, biar Dia masuk di DTKS, asalkan betul betul masyarakat tidak mampu, “ucap Bupati, Karna Suswandi.

Menurutnya, tidak usah minta lagi surat keterangan dari Desa biar masyarakat tidak sulit sulit mengurusi administrasi, kemudian bagaimana masyarakat yang mempunyai BPJS mandiri, sudah saya jelaskan beberapa kali di masing masing kecamatan bagi masyarakat yang mempunyai BPJS mandiri itu sudah saya anggap, masyarakat tersebut dikatakan mampu.

” Sehingga mereka yang mempunyai BPJS mandiri tidak boleh dikafer dengan Program Sehati, ini sosialisasi saya sampaikan agar tidak ada lagi masyarakat yang bertanya tanya, dan dipersulit tentang program Sehati ini, tolong ini benar benar diperhatikan, karena ini menjadi Program Unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, jangan sampai keluarga pasien diribetkan dengan urusan administrasi, “tegas Bung Karna.

Selamat bekerja kepada Ketua dan Anggota IDI Cabang Situbondo terpilih dengan harapan pengurus baru dapat membawa organisasi IDI Cabang Situbondo mampu memberikan sumbangsih dan manfaat kepada masyarakat dalam pemecahan permasalahan di Kabupaten Situbondo dalam bidang kesehatan.

Bupati yang akrab dipanggil Bung Karna juga berharap kepada Kepengurusan IDI Cabang Situbondo yang baru, untuk tetap dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan optimal, untuk kembali ikut membangun sistem pelayanan kesehatan di Situbondo yang lebih maju, walau tantangan terhadap eksistensi profesi akan terus berdatangan di masa depan.

” Tantangan bisa datang dari dalam terkait dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kedokteran. Di sisi lain, saat ini dokter di Indonesia menjadi profesi yang sangat diharapkan berperan sangat besar dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Sedangkan tantangan dari luar saat ini adalah tuntutan globalisasi berupa mekanisme pasar bebas yang telah masuk dalam area jasa pelayanan kesehatan. Kondisi itu menjadi tantangan dalam era industrialisasi pelayanan kesehatan dan kesehatan global, “ujarnya.

Selanjutnya, saya (Bung Karna, red) juga berharap untuk dapat kembali bersinergi dan berkolaborasi, memberi kepercayaan yang penuh kepada para dokter untuk dapat menjalankan profesionalisme nya dengan maksimal. Karena dengan dukungan yang semakin meningkat baik moral, material, akses dan komunikasi yang baik dengan semangat bersama untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

” Terutama di masa sulit pandemi ini, akhirnya semua pihak akan diuntungkan dan derajat kesehatan serta harapan hidup menjadi lebih meningkat, khususnya di Kabupaten Situbondo, “pungkasnya.

Sementara, Ketua IDI Provinsi Jawa Timur, Dr. dr Sutrisno usai melantik 111 Pengurus dan Anggota IDI Cabang Situbondo, mengatakan bahwa sampai sekarang rumah sakit di Jawa Timur tidak ada satupun rumah sakit yang bangkrut, bahkan jumlah rumah sakit di Jatim sudah mencapai 404 rumah sakit dan selama pandemi tumbuh lagi rumah sakit baru sebanyak 20 di Jatim,yakni klinik utama tumbuh dan klinik primair tumbuh, itu artinya bidang kesehatan saat ini profektif.

Sambungnya, pihak luar negeri mengejar investasi di rumah sakit di Indonesia, saya kira Kabupaten Situbondo ini melihat dari kacamata bisnis sangat potensi sekali, cepat atau lambat akan dilirik oleh para investor, oleh karena itu saya minta kepada Pemerintah Pemkab Situbondo agar membuat rumah sakit yang bagus selain tujuan kemanusiaan juga ada investasi yang tidak dimiliki oleh Kabupaten lain.

Menurutnya, untuk dokter di Kabupaten Situbondo sesuai rasio penduduk masih kurang banyak, dengan jumlah dokter 136 ini masih kurang jauh, karena normatifnya satu banding tiga ribu, artinya kalau melihat jumlah dokter di Situbondo kalau dihitung rasio penduduk masih kurang 150 an dokter. Oleh karena itu kami minta kepada Bupati Situbondo melalui Dinas Kesehatan agar menghitung proyeksi perkembangan SDM dokter dan profesi yang lain di Situbondo itu berapa, nanti bisa dipenuhinya berapa tahun.

Ditambahkan Sutrisno, saat ini Kementerian Kesehatan lagi mempunyai dana untuk menyekolahkan dokter, jadi nanti dokter dokter yang dikirim oleh Pemerintah Daerah atas nama Bupati lewat pintunya Kepala Dinas Kesehatan meminta bea siswa dengan syarat siswa yang diberikan bea siswa akan kembali ke Daerahnya untuk membantu Pemerintah dan IDI Jatim siap membantu.

” Kalau dikirim ke pusat pendidikan, kalau ada rekomendasi Kepala Daerah saya jamin bisa diterima, karena ada kamar khusus dari utusan daerah, kalau sudah lengkap syarat-syaratnya, hampir pasti diterima, “pungkasnya. (Syam).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *