Ketua LSM Fortaran Kabupaten Nias Utara, Mendesak Pihak Penegak Hukum Untuk Proses Secepatnya Atas Kehilangan Uang Nasaba Di BRI Lotu

Mutiara IndoTV, Kabupaten Nias Utara – Sumatera Utara. Ketua LSM Fortaran Kabupaten Nias Utara Febeanus Zalukhu  menanggapi kasus hilang uang nasaba di BRI Lotu, beliau mengatakan kepada media di Lotu. Kita mengharapakan kepada pihak Polres Kabupaten Nias Utara supaya secepatnya mengungkap kasus ini, serta pihaknya menyatakan siap memberikan dukungan kepada pihak penyidik. Jum’at, 25 Mei 2018.

“Lanjut Febeanus Zalukhu sesuai hasil investigasi kita dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, pelaku mendapatkan surat keterangan kehilangan Buku Tabungan, ATM dan KTP atas nama Atinila Zalukhu dari pihak Polres Kabupaten Nias Utara. Pada tanggal 21 maret 2018, adanya surat kehilangan dari Kepolisian dimaksud.

Dinas Dukcapil Kabupaten Nias Utara mengeluarkan surat keterangan KTP, kepada yang mengatasnamakan Atinila Zalukhu. Dalam surat keterangan tersebut dijelaskan, bahwa Atinila Zalukhu telah melakukan perekaman E-KTP. Sementara Atinila Zalukhu yang sesungguhnya (Korban) tidak pernah melakukan perekaman E-KTP di Dinas Dukcapil Kabupaten Nias Utara, sedangkan pelaku yang berinisial RZ diketahui bukan penduduk Kabupaten Nias Utara. Melainkan penduduk Kota Gunungsitoli, “tegas Febeanus Zalukhu.

Febeanus Zalukhu menyaratkan pihak penyidik perlu menelusuri/memproses terbitnya surat keterangan E-KTP dimaksud, patut diduga adanya keterlibatan oknum Dinas Dukcapil Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Sangat disayangkan kehilangan uang nasabah di tempat penyimpanan yang seyogianya tidak mesti hilang (Bank BRI) yang sudah dipercaya dan diakui oleh semua kalangan. Tanda tanya besar ” Kenapa Bank BRI yang diakui itu, hanya bermodalkan surat keterangan KTP dari Disdukcapil, memberikan uang korban kepada pelaku (RZ). Kesalnya.

Febeanus Zalakhu menengaskan kembali patut kita salahkan pihak BRI Kas Lotu yang memberikan uang korban kepada pelaku tanpa mengecek kebenaran/keabsahan dokumen yang disodorkan pelaku, atau jangan – jangan pihak BRI Kas Lotu adanya persengkongkolan dengan pelaku. Sehingga uang milik Atinila Zalukhu yang Rp. 808 juta raib dari rekeningnya, “tegas Ketua LSM Fortaran itu.

Kita harapkan pihak penyidik secepatnya dapat mengusut kasus ini dan kalau ada indikasi tersangka baru, segera ditetapkan dan diproses sesuai hukum yang berlaku di negara ini. Kepada pihak BRI juga diharapkan harus bertanggung jawab dan secepatnya mengembalikan uang korban, yang secara hukum yang sah jadi hak milik korban. “Tegas Febeanus. (N.Zega)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *