Komisi II DPRD Kota Lubuklinggau Sidak Mendadak Wahana Bukit Sulap Yang Tak Kunjung Menambah PAD

Mutiaraindotv, Lubuklinggau – Sumatera Selatan, Sidak mendadak Komisi II DPRD Kota Lubuklinggau, menyikapi sektor pariwisata yang telah dibangun oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau. Dengan tujuan melihat dari segi manfaat hasil dari Pembangunan yang telah menelan anggaran dana sebesar Rp. 15 milyar.

Sidak mendadak Anggota Dewan pada hari Senin, 08 Maret 2021, sekira pukul 14.00 Wib ini dihadiri langsung Ketua Komisi II Abdul Nasir, SE dari Fraksi Gerindra, Wakil Ketua Wansari dari Fraksi PDIP,  dengan Anggota Bambang Rubianto Fraksi PKS, M.Seh Yamin Effendi Fraksi Demokrat, dan Herianto Fraksi PBB.

Bambang Rubianto menyampaikan Inti dari sidak mendadak kita pada hari ini, ingin melihat langsung apa saja potensi unggulan Pariwisata yang ada di Kota Lubukklinggau. Dan apakah dari hasil pariwisata yang ada ini terus di manfaatkan atau terabaikan. Ya harapan kita semua apa yang sudah dibangun ya harus dimanfaatkan, agar bisa menambah PAD Kota Lubuklinggau.

Ya hasil sidak kita hari ini sangat memprihatinkan dengan kondisi banyak bangunan tak terawat seperti lantai taman sudah banyak retak dan pecah, jalan mendaki ke arah Inclinator sangat licin, dan fasilitas lainnya. Melihat ini semua gimana akan meningkatkan PAD, kalau fasilitas bagi Pengunjung tak dijamin, ucap Bambang Rubianto.

Lain hal yang disampaikan Ketua Komisi II Abdul Nasir, bahwa dari hasil sidak mendadak pada hari ini kami sangat kecewa, disaat kami tiba dilokasi tak ada satu pun Pegawai Dinas Pariwisata di Kantor. Padahal ini kan masih jam kerja ya paling tidak adalah yang dikantor. Jangan ruangan bisa dibuka tapi tak berpenghuni.

Padahal kegiatan sidak pada hari ini ingin mempertanyakan langsung ke Dinas Pariwisata apa saja wahana yang sudah dibangun melalui Anggaran APBD untuk fasilitas yang ada di wisata bukit sulap. Namun sayang wisata yang dibangun melalui Dana APBD mencapai milyaran rupiah terkesan teberangkalai (kurangnya perawatan), pungkasnya.

Gimana para wisatawan baik lokal maupun nasional mau berkunjung dengan kondisi fasilitas yang ada tak berfungsi secara maksimal. Ditambah lagi jalan menuju wisata alam bukit sulap yang licin dan banyak keramik yang sudah retak dan pecah. Inikan menjadi nilai bagi para pengunjung untuk menikmati wahana yang ada di bukit sulap.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi II Wansari, sangat menyayangkan uang rakyat untuk membangun fasilitas wisata alam bukit sulap yang seharusnya bisa menambah dan meningkatkan PAD malah menjadi beban APBD dan menyisahkan besi yang terbentang hanya untuk koleksi diatas Bukit.

Padahal wahana ini yang digembar gemborkan Pemerintah Kota Lubuklinggau sebagai Icon pertama yang ada di Indonesia yaitu Inclinator di atas Bukit Sulap. Yang katanya bisa meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Kota Lubuklinggau, kami sangat mendukung dan mensupport hal itu. Karena kami memandang ini dapat menambah pertumbuhan ekonomi kerakyatan dalam peningkatan PAD.

” Namun sangat disayangkan apa yang kita lihat saat ini, dengan wacanakan, diinginkan dan diharapakan dari Pemerintah Daerah Kota Lubuklinggau (Bapak Walikota Lubuklinggau) belum bisa diterjemahkan oleh OPD dan Pihak terkait bagaimana untuk melaksanakan ide-ide Walikota “, pungkasnya.

Lanjut Wansari, bagaimana ini akan berjalan maksimal sesuai keinginan Pemkot kalau dari segi pengelolaan, promosi dan manfaat sangat jauh. Terkesan ini adanya penghamburan dan pemborosan anggaran, yang mana APBD Kota Lubuklinggau sangat kecil (Bahasa Walikota Katek Duet), akan tetapi membangun ini dengan dana puluhan milyar.

Dan kami dari Komisi II lebih terfokus ke pariwisata nya, dengan fasilitas yang sudah dibangun diatas bukit sulap ini tak difungsikan secara maksimal, bagimana menambah PAD……?. Ini malah menjadi beban APBD, dan malah akan menambah kos Anggaran yang cukup besar untuk biaya perawatan.

Harapan kami dari Komisi II DPRD Lubukklinggau, hasil sidak pada hari ini, meminta ke Pemkot Lubukklinggau, yang juga menjadi PR bagi kita semua bagaimana dana yang cukup besar dibangun di Wisata Bukit Sulap ini segera difungsikan sesuai Janji Walikota untuk wisatawan lokal maupun luar untuk menikmati pemandangan diatas bukit melihat keindahan Kota Lubuklinggau, ungkap Wansari ke Tim Mutiaraindotv. (021).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *