Konadi Sesalkan Sikap Pernyataan Ketua Pordasi Aceh Tengah

MutiaraindoTV, Kabupaten Bener Meriah – Aceh. Ketua PORDASI (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia) Kabupaten Aceh Tengah Zuhaidi SH menyatakan, Bupati Bener Meriah terlalu dini berbicara tentang Bener Meriah sebagi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) berkuda Tahun 2024.

Mahkan Zuhaidi, mengingatkan jangan menyebar hoaks kalau Bener Meriah menjadi tuan rumah. Sebab sejauh ini belum ada SK belum turun, menangapi pernayataan Ketua PORDASI (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia) Kabupaten Aceh Tengah itu.

Konadi Adhani masyarakat Bener Meriah kepada media ini pada hari Selasa 25 Februari 2020 kemarin, mengaku sangat kecewa dengan sikap pernyataan Ketua PORDASI (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia) Kabupaten Aceh tengah yang terkesan pesimis terkait pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2024 di Provinsi Aceh.

Menurut Konadi Adhani, seharusnya PORDASI (Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia) Kabupaten Aceh Tengah terus berupaya dan berkoordinasi dengan pusat agar Pekan Olahraga Nasional (PON) berkuda Tahun 2024 tetap di laksanakan di Provinsi Aceh. Entah nantinya di Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah bukan malah saling menyalahkan satu sama lain.

Dikatakan Konadi Adhani, bukan tidak beralasan mengapa Bupati Bener Meriah mengeluarkan pernyataan. Bahwa pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) cabang olahraga berkuda akan di adakan di Kabupaten Bener Meriah, beberapa kali lapangan pacuan kuda Bener Meriah di kunjungi oleh panitia pelaksana. “Jelas Konadi.

Dan bukannya akan lebih baik jika pelaksanaan Pacuan kuda di laksanakan di Bener Meriah?, apakah Bener Meriah Bukan bagian dari Provinsi Aceh?. Bukankah ini akan menjadi Kebanggaan masyarakat Aceh, khususnya Masyarakat Gayo?. “Tanya konadi geram.

Konadi Adhani menambahkan, jika Pekan Olahraga Nasional PON berkuda itu dilaksanbakan dini tentu sangat positif. Karena aka nada peningkatan taraf ekonomi masyarakat Gayo selama pelaksanaan Pon berkuda itu berlangsung, “tandas Konadi,

Mari berfikir lebih jernih, lakukan komunikasi lebih komprehensif, jangan saling sikut, mari budayakan “sipet mukemel”, agar tetap terjalin silaturahmi yang baik sesama kita. “Pinta Konadi Adhani. (Samsuddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *