LSM Perjuangan Situbondo Dampingi Hak Waris Usut Tuntas Masalah Tanah

Mutiaraindotv.com, SITUBONDO, JAWA TIMUR – Banyaknya kasus tanah yang belum bisa terselesaikan oleh para penegak hukum di Kabupaten Situbondo membuat Hartadi, Aktifis LSM Perjuangan Situbondo geram dan memediasi permasalahan tanah yang diduga ada manipulasi data di Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo.

Hadir dalam mediasi tersebut, Lurah Mimbaan, Babinkamtibmas, Babinsa, Sekretaris Lurah, Kasi Pemerintahan Kelurahan Mimbaan, Hak Waris dan para undangan lainnya, Kamis (31/8/2023).

Menurut Supriadi, selaku Kasi Pemerintahan di Kelurahan Mimbaan yang namanya tercantum di SHM, pada saat mediasi mengatakan bahwa, pada saat itu ada pembeli tanah dari luar kota dan namanya di pinjam untuk dijadikan atas nama pemilik lahan seluas 1,5 Hektar, berlokasi di Dusun Peng Kepeng, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo.

“Awalnya saya tidak tahu, bahkan lupa kalau nama saya tercantum pada sertifikat tanah, saya juga lupa pada tahun berapa. Memang ada orang luar kota yang membeli tanah sehingga nama saya di pinjam untuk dijadikan atas nama pemilik bahkan saya tidak tahu lokasi tanah tersebut,” ucap Supriadi kepada Wartawan.

Menurut Hartadi, Ketua LSM Perjuangan Situbondo selaku pendamping hak waris menjelaskan kepada wartawan bahwa, SHM atas nama Supriadi itu terbit pada tahun 1992. Sedangkan atas nama Nit.b.Suarti yang tercantum di SHM sebagai pemilik pertama tersebut orangnya meninggal dunia pada tahun 1945.

“Ini kan ada kejanggalan, yang dimana Nit.b.Suarti pemilik pertama meninggal dunia pada tahun 1945. Seharusnya, jika ada transaksi jual beli melibatkan hak waris, kok ini hak waris malah tidak tahu kalau tanah orang tuanya sudah berpindah tangan dan berganti nama Supriadi, bahkan kami sudah mengantongi puluhan sertifikat atas nama yang sama yaitu Supriadi. Tidak apa-apa, dia mengatakan lupa dan lupa, nantinya pasti ketahuan juga siapa sebenarnya Supriadi,” jelasnya.

Untuk itu, mediasi yang akan datang, lanjut Hartadi, kami akan meminta pembuktian data-data kepada pemilik tanah yaitu Sosro dan Supriadi yang namanya tercantum di SHM tersebut.

“Mediasi berikutnya kami akan memanggil Sudjono kembali selaku Notaris yang sudah mengesahkan SHM atas nama Supriadi. Sebenarnya pada mediasi hari ini kami sudah memanggil Notaris Sudjono namun beliaunya tidak hadir. Kami juga akan meminta data-data termasuk AJB. Jika di mediasi yang akan datang belum juga ada penyelesaian, kami terpaksa akan melaporkan permasalahan ini kepada Satgas Mafia Tanah di Jakarta, akan kami usut tuntas mafia tanah di Kabupaten Situbondo,” tutupnya. (Sony).

Check Also

Operasi Miras, Samapta Polres Situbondo Sita 4 Botol Bir Bintang Dan 8 Botol Anggur Merah

Mutiaraindotv.com, SITUBONDO, JAWA TIMUR – Samapta Polres Situbondo Polda Jatim melaksanakan penertiban peredaran minuman keras …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *