Mahasiswa PMPH Adakan Study Visit Ke Rumah Restorative Justice

Mutiaraindotv – Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum (PMPH) mengadakan kegiatan Studi Visit ke Rumah Restorative Justice, yang beralamat di Kp.Cibalung, Desa Telaga, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Sabtu, 23 Juli 2022.

Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum, merupakan perkumpulan atau komunitas yang didirikan secara mandiri oleh Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, pada tanggal 28 Oktober 2021. Dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi mahasiswa dalam Bidang Hukum.

Audy, selaku Ketua Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum mengatakan, bahwa kegiatan studi visit ke Rumah Restorative Justice yang berada di Kabupaten Sukabumi ini, merupakan kegiatan studi visit yang kedua. Dengan tujuan, agar mahasiswa dapat mengenal Rumah Restorative Justice Sukabumi.  Sekaligus sebagai ajang untuk mempererat persaudaraan dan silaturahmi antara mahasiswa dalam Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum setelah menyelesaikan ujian akhir semester di kampus.

Dr. Rahman Amin, S.H, M.H, selaku Pembina Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum, menyatakan bahwa melalui kegiatan studi visit ke Rumah Restorative Justice ini mahasiswa dapat mengetahui dan memahami fungsi dari Rumah Restorative Justice yang secara khusus dibentuk oleh Lembaga Kejaksaan sebagai tempat yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyelesaikan perkara pidana yang sedang dialaminnya, melalui pendekatan secara kekeluargaan antara pelaku dan korban dengan sistem di luar Pengadilan Pidana.

” Melalui kegiatan studi visit ini mahasiswa secara langsung turun ke lapangan dan berkomunikasi dengan Jaksa yang ada di Rumah Restorative Justice. Sehingga mahasiswa dapat menggali lebih dalam hakikat Rumah Restorative Justice sebagai salah satu sarana untuk memberikan keadilan bagi masyarakat dengan memperhatikan nilai-nilai luhur budaya bangsa dan kearifan lokal masyarakat Indonesia “, ucap Dr. Rahman Amin, S.H, M.H.

Pada kesempatan studi visit ini, mahasiswa mendapatkan materi dari Bapak Alfian, S.H, M.H, yang merupakan Jaksa pada Kantor Kejaksaan Negeri Sukabumi, sekaligus sebagai Jaksa yang bertugas di Rumah Restorative Justice Sukabumi. Ia menyampaikan materi sejarah terbentuknya Rumah Restorative Justice yang berada di Kabupaten Sukabumi ini resmi di launching pada tanggal 16 Maret 2022.

” Lebih lanjut, Bapak Alfian, S.H, M.H, mengatakan bahwa Restorative Justice merupakan prinsip penyelesaian perkara pidana di luar pengadilan yang lebih menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula kondisi korban dari pada menuntut penjatuhan hukuman di pengadilan “.

Dimana saat ini Restorative Justice sudah diterapkan oleh Instansi Penegak Hukum di Indonesia baik oleh Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menyelesaikan perkara tanpa melalui proses persidangan di pengadilan.

Khususnya di Kejaksaan, adapun dasar hukum Restorative Justice diatur dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Dalam penerapannya di Rumah Restorative Justice Sukabumi ini, tidak semua perkara dapat diselesaikan melalui Restorative Justice. Namun ada pembatasan atau persyaratan yaitu terhadap perkara ringan dengan ancaman hukuman di bawah 5 (lima) tahun dan dengan kerugian 2.5 juta rupiah.

Sehingga masyarakat yang terlibat dalam perkara yang berat, maka tidak bisa diselesaikan di Rumah Restorative Justice Sukabumi ini. Adapun bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan Restorative Justice ini, hasil kesepakatan perdamaian antara pelaku dan korban pada Rumah Restorative Justice ini kemudian dilaporkan oleh Jaksa pada Kejaksaan Negeri Sukabumi kepada Jaksa Agung Republik Indonesia di Jakarta untuk mendapatkan persetujuan.

Dan apabila telah disetujui, maka perkara tersebut kemudian dihentikan tuntutannya dan tidak dilimpahkan ke pengadilan. Sehingga keberadaan Rumah Restorative Justice ini dapat memberikan keadilan bagi para masyarakat tanpa harus menyelesaikan perkaranya di pengadilan.

Sebagai penutup, Bapak Alfian, S.H, M.H, menyampaikan ucapan terimakasih kepada mahasiswa yang tergabung dalam Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum yang telah mengadakan kegiatan studi visit ke Rumah Restorative Justice Sukabumi, semoga materi yang telah disampaikan dapat bermanfaat bagi mahasiswa dalam menyelesaikan studi dan masa depannya kelak. (Damri. N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *