Mahir Nurmawan Bantah Ucapan Salah Satu Warganya Terkait Tanah Garapan

MutiaraindoTV, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat. Kepala Desa Pantai Harapan Jaya Mahir Nurmawan membantah ucapan Sapidih (60 Tahun) warga Kampung Pondok Solokan RT. 01/RW. 01 Dusun 1 Desa Pantai Harapan Jaya Kecamatan Cabang Bungin. Kamis, 22 April 2021

“Saya gak pernah perintahkan Kepala Dusun, RT, RW,dan lain – lain sebagai bawahan saya untuk intimidasi kepada saudara Sapidih. Ini sudah pembohongan publik terhadap saya dan bawahan saya terkait keterangannya kepada salah satu Wartawan Media Online, yang saat ini sudah viral dalam pemberitaan dan bahan bincangan publik.

Terkait tanah garapan atas ganti rugi fee saudara Sapidih terima uang sebesar Rp. 420.000.000,- (Empat ratus dua puluh juta rupiah) untuk 43 nama, gua kwitansi saya punya buktinya ada tanda terima uang saudara Sapidih berikut foto saat terima uang di Notaris di Cibubur Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Yang pertama Rp. 100.000.000,- (Seratus juta) pada tanggal 08 Desember 2016 dan yang kedua Rp. 340.000.000,- (Tiga ratus empat puluh juta rupiah) pada tanggal 31 Januari 2017. Dia menerima dari Bapak Suyatno pihak kedua oper alih garapan, “jelas Mahir kepada awak media.

Kepala Dusun Satu Sopiyan dalam keterangannya mengatakan, “saya tidak pernah intimidasi saudara Sapidih apalagi mengancam, terkait masalah merugikan masyarakat nelayan yang katanya sudah tidak bisa lagi melaut.

Justru warga Kampung Pondok bersyukur yang tadinya nganggur sebanyak 70 orang salah satunya inisial B (35 Tahun) sekarang bisa kerja dengan adanya pembuatan Tambak/Empang yang di skat per 4 hektar yang nantinya akan di kelola oleh masyarakat Kampung Pondok Dua Solokan. “Jelas Sopiyan.

Setelah awak media mengkonfirmasi B (35 Tahun), saya atas nama nelayan tidak merasa di rugikan. Malah di untungkan dengan kegiatan di pesisir laut yang lagi di bangun buat Empang/Tambak yang nantinya di kelola oleh nelayan Kampung Pondok RT. 01/RW. 01 Desa Pantai Harapan Jaya.

Kebetulan saya sudah beberapa tahun ini tidak bisa melaut dan tidak mendapatkan penghasilan akibat limbah kali Cikarang Bekasi Laut/CBL, dan sekarang dengan adanya proyek pembuatan Tambak/Empang di pesisir kami sekitar 70 orang bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan kami.” Pungkasnya. (Ali M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *