Masyarakat Pesisir Sungai Lematang Keluhkan Dugaan Limbah PT. TEL

MutiaraIndo TV,  Muara Enim -Menindaklanjuti keluhan masyarakat Pesisir Sungai Lematang terkait dampak dugaan limbah dari PT. Tanjung Enim Lestari Pulp and paper yang mencemari sungai Lematang, tim awak media ini berkunjung ke Desa Baturaja kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim.

Menurut keterangan masyarakat dari Desa Kuripan pada tanggal 28 Oktober 2019, untuk mandipun warga khawatir karena melihat air berwarna hitam kecoklatan serta berbau menyengat.

Tim media menggali informasi dari Nuramin Aktivis Lingkungan dan ketua DPD Kamijo kabupaten Muara Enim di desa Baturaja, ia mengatakan, “benar adanya dugaan limbah hitam dan kecoklatan yang mengalir di sungai lematang diantaranya Desa Kuripan, desa Baturaja, desa Dangku, dan desa Siku,” ujarnya, Sabtu 01 November 2019.

“Sepertinya limbah milik PT. Tanjung Enim lestari pulp and paper, kerena pipa limbah perusahaan tersebut tepatnya ada dihulu desa Kuripan Selatan, kira-kira berjarak 1 km saja, pipa limbah tersebut ada di sungai lematang, jika musim kemarau bisa terlihat dari perahu nelayan, dan diduga warga ada pipa “siluman” untuk pembuangan limbah tanpa diolah terlebih dahulu,” sambungnya saat bersama awak media menelusuri tepian sungai lematang.

Menurut keterangan Nuramin sebagai Ketua DPD Kader Militan Jokowi (Kamijo), “sekarang ini bersama masyarakat kita sedang membuat draf tuntutan kepada PT Tanjung Enim lestari pulp and paper yang isinya sebagai berikut :
1. Menuntut PT. Tanjung Enim lestari pulp and paper, dari Desa Kuripan Selatan, Desa kuripan, Desa Baturaja, Desa Pangkalan Babat, Desa Dangku dan Desa Siku menjadi Ring Pertama CSR termasuk tentang tenaga kerja.
2. Merekrut kembali tenaga kerja jatah desa ke jumlah asal, untuk karyawan desa yang meninggal, dipecat, dan pensiun, di tiap-desa.
3. Wajib membantu Kurban sapi untuk desa-desa Pesisir Lematang di kecamatan empat petulai dangku dan di kecamatan tanah abang kabupaten PALI.
4. membantu melalui CSR para nelayan Pesisir Lematang.
5. Rekruitmen tenaga kerja desa-desa pesisir lematang termasuk di kecamatan tanah abang dari desa Bumiayu, Tanah abang selatan, tanah abang utara, muara sungai, curup, suka raja, sedupi, tanjung dalam, pandan dan modong, masing-masing minimal 5 orang.

” Jika tuntutan tersebut tidak di indahkan PT. Tanjung Enim lestari pulp and paper, lebih baik pindahkan pipa pembuangan limbah tersebut dari sungai lematang, kami tidak bermaksud menutup perusahaan tersebut, tidak usahlah uji sana sini limbah melalui laboratorium, yang pastinya di pesisir sungai lematang ini ada kehidupan dan itu manusia, rakyat kecil yang punya hak untuk hidup sehat, baik secara kualitas udara ataupun mutu air konsumsi, ini tugas pemerintah, sebatas mana berpihak pada rakyat,”pungkas Nuramin.

Sementara sampai dengan berita ini naik tayang pihak PT Tanjung Enim Lestari Pulp dan Paper belum bisa dihubungi untuk dimintai keterangannya. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *