Material Tidak Sesuai Spek, Syndicate Menduga Ada Mark Up Anggaran Di Proyek GOR Situbondo

 

Bahan material semen bermerk Raja Singa tidak sesuai spek

 

 

MutiaraIndoTV.com (SITUBONDO) -Proyek pembangunan Gedung Olaharaga (GOR) Muhamad Saleh Situbondo ditengarai terjadi Mark Up anggaran, pasalnya salah satu bahan material (Semen.red), berbeda dengan Spek.

Hal itu diketahui setelah Lembaga Swadaya Masyarakat dan Wartawan yang tergabung dalam Syndicate, saat melakukan full budget ke proyek GOR tersebut pada Jumat (5/11).

“Kami bersama temen temen anggota Syndicate melakukan Full Budget ke lokasi untuk melihat pelaksanaan pekerjaan proyek GOR itu, kami temukan Semen yang seharusnya menggunakan Semen Gresik ternyata lain, yaitu Semen Singa Merah,” Kata Amir Mustafa,dari Syindicate.

Dikatakannya, Syindicate mengecek pembangunan GOR tersebut lantaran aduan masyarakat.

“Ternyata pengaduan masyarakat itu benar adanya di proyek GOR ini,” ujarnya.

Menurut Syindicate proyek Gedung Olah Raga (GOR) Muhammad Saleh Situbondo, terdiri dari 4 paket pekerjaan yang saat sudah dikerjakan dan ditengarai ada Mark Up.

” Temen temen anggota Syndicate melakukan Full Budget ke lokasi untuk melihat pelaksanaan pekerjaan pembangunan GOR ini,” jelas Amir Mustafa.

Setelah anggota Syndicate masuk ke lokasi proyek, disana langsung ditemui salah satu konsultan pelaksana, yang mengerjakan proyek Tribun. Dan setelah melihat dan memeriksa bahan yang dipakai ternyata ada beberapa bahan yang digunakan tidak sesuai dengan SPEK.

”  Ini namanya sudah melakukan Mark up anggaran, lain lagi dengan barang barang lainnya masih yang belum waktu kita beberkan ke media,”Tutur Amir Mustafa.

Selain itu, sambung Amir Mustafa, dari 4 paket pekerjaan di GOR Muhammad Saleh itu dibagi menjadi 4 bagian, yaitu untuk pembangunan tribun terletak di sebelah timur, sebelah barat pembangunan drainase, dan tengah penimbunan, dan penanaman rumput, pekerjaan ini dikerjakan oleh 4 penyedia jasa, sebagaimana pengumuman di papan LPSE Pemerintah Kabupaten Situbondo.

Amir Syndicate, merasa kecewa atas kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan saat ini, karena proyek terindikasi kuat banyak menyalahi aturan, artinya bahwa  program pemerintah saat ini, ternyata prioritasnya hanya bagi bagi proyek kepada rekanan, sehingga syarat dukungan untuk mengikuti lelang diabaikan.

” Ada dua indikator pada pekerjaan proyek ini yang pertama adalah ada ketentuan bahwa paket untuk badan usaha kecil batasnya itu sampai 15 miliar, ini regulasi tentang pengadaan barang dan jasa.

“Tapi kenyataannya, dari 4 proyek yang dikerjakan di dalam GOR Muhammad Saleh, yang konon katanya untuk persiapan Porprov tahun 2022, total anggaran yang digunakan untuk pekerjaan proyek ini hanya berkisar 2,5 milyar saja, indikasi ini jelas adalah hanya bagi bagi proyek,” Tutur Amir Mustafa.

Lebih lanjut, Amir Mustafa mengatakan bahwa dalam persyaratan lelang itu hanya sebatas persyaratan saja, tetapi didalam pelaksanaannya, persyaratan itu tidak pernah dilakukan, misalnya di persyaratan itu ada dukungan redimix tetapi didalam melaksanakan pekerjaannya menggunakan molen, ini salah satunya pekerjaan proyek yang terjadi di GOR Muhammad Saleh.

“Mulai dari pelaksanaan pembangunan pondasi sampai tribun belum menggunakan redimix, yang seharusnya itu dilakukan karena ini menjadi syarat dukungan mengikuti lelang,” Tuturnya.

Mirisnya lagi, bahan yang digunakan untuk pekerjaan proyek ada beberapa tidak memenuhi SPEK, salah satunya Semen yang digunakan oleh rekanan adalah Semrn dengan kwalitas rendah yaitu Semen Singa Merah

“Karena saat ini, kita masih Full Budget, terkait dengan pelaksanaan pekerjaan ini, karena ini masih indikator awal yang kita temukan, makanya kita umumkan kepada masyarakat lewat temen temen media, untuk menjadi mediator agar publik semua mengetahui,” Imbuh Amir Syndicate.

Dari 4 pekerjaan yang dilaksanakan di GOR ini, Ada 3 rekanan tidak ada papan informasinya, baik pekerjaan drainase, penimbunan maupun penanaman rumput.

“Kalau melihat pekerjaan yang dilaksanakan di GOR ini sebenarnya pekerjaan satu kesatuan, namun fakta yang terjadu pekerjaan ini dibagi bagi untuk tiga kontraktor,” Imbuhnya.

Syndicate menjelaskan alasanya kenapa proyek GOR ini satu kesatuan, karena salah satu contoh pekerjaan yaitu penanaman rumput tak mungkin bisa dilaksanakan jika drainase dan urukannya itu belum selesai, sementara seperti yang kita ketahui di lokasi pekerjaan di GOR ini selain saat ini musim hujan, pekerjaan ini juga dibatasi pada akhir penyerapan anggaran tahun 2021.

” Ini sungguh sangat berisiko, mengapa pekerjaan ini menjadi atensi Syndicate dalam pekerjaan di GOR ini, hal ini disebabkan karena ada indikasi temuan beberapa yang tidak memenuhi SPEK,” Terang Amir Syndicate.

Sementara Konsultan Proyek Tribun di GOR Muhammad Saleh, Irawan saat ditanya terkait beberapa bahan yang dipergunakan untuk kegiatan pekerjaan proyek yang diduga tidak memenuhi SPEK, sempat menampik atau mengelak dengan mengatakan bahwa bahan yang yang digunakan telah sesuai Spek, sambil menunjukkan kertas berupa poto copian kepada tim Syndicate itu bahannya sudah sesuai RAB, ungkap Irawan yang saat itu ada di lokasi pekerjaan.

” Tapi saat lebih jauh lagi kami  tanyakan soal semen yang digunakan, Irawan dengan tegas menjawab pakai semen Gersik, tapi setelah disuruh menunjukkan bekas kertas bahan semen yang sudah digunakan Irawan tak bisa menjawab, justru tukang dan kuli yang menjawab dijual,” terang Amir.

Setelah tim menunjukan rekaman dan bukti semen SINGA MERAH dan bekas kertas semen yang di tutupi plastik yang sudah dipergunakan semuanya kaget dan terdiam.

” Ini fakta bahwa proyek yang dilaksanakan di GOR ini ada beberapa tidak memenuhi SPEK dan diduga di Mark Up,” Pungkasnya Amir (SY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *