Melalui Vicon Forkopimda Cilacap Ikuti Rakor Penanganan Covid-19 Di Provinsi Jateng

MutiaraindoTV, Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Komandan Kodim 0703/Cilacap dalam hal ini diwakili Kasdim Mayor Inf  Drs. Abdul Asis Lallo bersama Bupati Cilacap dan unsur Forkopimda Kabupaten Cilacap lainnya di ruang Prasanda Kantor Bupati Cilacap, melalui Vidio Conference (Vicon) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Covid 19 di Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo. Senin, 21 Juni 21.

Selain Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji dan Kasdim Mayor Inf. Drs. Abdul Asis Lallo, tampak hadir Wakil Bupati Syamsul Auliya Rachman S.STP., MSI., Kapolres Cilacap AKBP Dr. Leganek Mawardi S.H., S.I.K., M.Si, Pasops Lanal Cilacap Mayor Laut (P) Subandi, Kajari Tri Ari Mulyanto SH., MH, Kadinkes dr. Pramesti Griana Dewi M.Kes., M.Si, Kadispermades Achmad Arifin Santosa S.H., MM, Direktur RSUD Cilacap dr. Moch Ichlas Riyanto MM., dan Pgs Kepala BK Lanal Cilacap Letda Laut (K/W) dr. Retno Astutik.

Dalam rakor tersebut, Sekda Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Ari Wibowo memaparkan kondisi terkini Covid-19, 20 Juni 2021 dengan jumlah kasus Aktif 17.784 (7,70%), jumlah kasus sembuh 198.561 (85,92%), Penambahan kasus Positif sebanyak 1.448 kasus dan Jumlah kasus meninggal sebanyak 14.754 (6,38%).

Serta Tren kasus dari Minggu 23 ke Minggu 24, Total konfirmasi sebelumnya 15.195 naik menjadi 19.434 (27,90%), Konfirm baru sebelumnya 8.755 naik menjadi 11.285 (28,90%) dan sembuh sebelumnya 5.759 naik menjadi 7.364 (27,87%).

Sekda Provinsi Jawa Tengah juga memaparkan zona resiko tinggi di Minggu terakhir Kabupaten/Kota di Jawa Tengah beberapa wilayahnya adalah Kabupaten Kudus, Demak, Pati, Grobogan, Jepara, Blora, Semarang, Pekalongan, Brebes, Tegal, Sragen, Wonogiri dan Kota Semarang. Menurut Setda Provinsi Jawa Tengah faktor peningkatan Zona Merah adalah karena Mobilitas antar dan dalam daerah tinggi, Ketidakpatuhan pada Prokes dan Efek Domino libur lebaran.

Selain itu juga memaparkan mengenai cakupan vaksinasi, kondisi tempat isolasi terpusat di Provinsi Jawa Tengah, Ketersediaan dan Distribusi Oksigen di Provinsi Jawa Tengah dan Tindaklanjut pelaksanaan SE GUB 443.5/0008989 tanggal 15 Juni 202.

Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam penyampaiannya mengatakan, “bahwa apa yang menjadi paparan Sekda Jateng akan di upload di grup para Kepala Daerah, agar nantinya setelah di baca segera dikoreksi apa yang menjadi kekurangannya. Kita tidak usah berdiskusi terlalu panjang. Untuk Micro Lockdown lakukan sebanyak mungkin karena ini bagian cara kita mengurangi mobilisasi massa,” ujar Ganjar.

Ganjar juga mengatakan, untuk pembatasan yang dikerjakan dari rumah untuk memantau wilayahnya, sudah mulai dilakukan oleh Jajarannya. Jadi kalau di Kabupaten mungkin dari OPD akan mendampingi 1 Kecamatan. Di beberapa Kabupaten itu sudah berjalan dan berjalan sangat bagus, kemudian yang di Provinsi nanti kita perbantukan di kabupaten kota untuk problem – problem teknis.

“Dalam kondisi seperti ini mohon kiranya kita nanti tidak usah menunggu waktu, untuk Bupati dan Walikota perintahkan seluruh rumah sakit untuk menghitung tempat isolasi rumah sakit, dengan begitu maka kebutuhannya akan bisa terbaca dengan cepat.

Kedepan kita harus membikin Jawa Tengah sepi dalam seminggu untuk pengurangan resiko bencana Covid 19, kemudian untuk micro Lock Down dengan tingkat RT, RW segera laporan Babinsa dan Babinsakamtibmas agar nantinya pelaksanaannya di kawal,” Tegas Ganjar.

Mengenai peningkatan kasus Covid-19 yang di dominasi Kluster keluarga, menurut Gubernur Provinsi Jawa Tengah, itu terjadi karena tidak adanya disiplin dalam melaksanakan Isolasi di rumah dan menyebarkan kepada anggota keluarga yang lainnya. Untuk itu Ganjar menyampaikan terima kasih kepada Kabupaten/Kota, yang sudah mulai membuat rencana kontijensi.

“Apabila nanti ada kesulitan supaya cepat melaksanakan koordinasi, mengenai tagihan tagihan dana Rumah sakit yang macet, kemarin saya melaksanakan rapat dengan Menkeu totalnya tagihan dana pada rumah sakit se Indonesia mencapai triliunan dan kita sudah bicara verifikasi data dengan baik agar bisa segera dicairkan,” Ucapnya. (Sugeng S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *