Merasa Takut dan Khawatir Salah Satu Kades Di Kecamatan Cikarang Barat Tidak Mau Lagi Ambil Program PTSL

MutiaraindoTV, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi Bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi melaksanakan giat Pembinaan Hukum Bagi para Camat dan Kepala Desa, acara tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Tambun Utara. Rabu, 14 September 2022.

Di hadiri Kepala Dinas DPMD Ida Farida, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bekasi serta puluhan Kepala Desa dari enam Kecamatan, yaitu :

  1. Kecamatan Tambun Utara.
  2. Kecamatan Tambun Selatan.
  3. Kecamatan Cibitung.
  4. Kecamatan Cikarang Barat.
  5. Kecamatan Babelan.
  6. Kecamatan Kecamatan Tarumajaya.

Dalam sesi tanya jawab Kepala Desa Mekar Wangi Subur mengutarakan kecemasan dan kekhawatiran dengan adanya Oknum Kepala Desa, yang di tangkap oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi terkait dugaan pungutan di program PTSL.

“Sekarang ini semua kepala desa harap harap cemas, saya pribadi dari Cikarang Barat mungkin kedepannya tidak akan berani lagi ambil program PTSL. Bahkan kemungkinan rekan rekan Kepala Desa yang lain juga sama dengan saya, kami bener – bener kapok pak. “Tuturnya.

“Masyarakat yang mendapatkan program PTSL mengucapkan terima kasih kepada kami karena sudah di bantu, bahkan ada yang sampai buat tumpengan bentuk rasa terimakasih mereka kepada kami.

“Dengan adanya kejadian seperti ini ya maaf untuk kedepannya kami gak lagi lagi deh terima program PTSL, kami kapok pak, mungkin temen temen yang lain juga sama khawatir seperti saya. “Ucap Kepala Desa Subur

Masih kata Kades Subur, saya mohon kedepannya terkait laporan, tanggapan ataupun yang sebagainya di tindak lanjuti dulu ke Kecamatan terus langsung ke kita, jangan langsung maen tangkap aja pak. “Ungkasnya.

Kekhawatiran dan ketakutan kepala desa terkait program PTSL di karenakan sudah ada oknum Kepala Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung, yang berinisial AR dan Kepala Desa Lambangsari Kecamatan Tambun Selatan yang berinisial PH yang sudah di tangkap oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi karena dugaan pungutan program PTSL di wilayah mereka. (Ali M)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *