NKI Sesalkan Statment Salah Satu Advokat Situbondo Yang Menuding Terima Kompensasi / CSR Dari PG Asembagus.

oleh -146 views

MutiaraindoTV.com , Kabupaten Situbondo, Jawa Timur – Lembaga Nasim Khan Indonesia (NKI) Situbondo sesalkan statement salah satu Advokat di Kabupaten Situbondo yang menuding bahwa lembaga NKI telah menerima kompensasi atau CSR dari PG Asembagus untuk disalurkan kepada masyarakat, Senin (13/09/2021) siang.

” Peryataan itu tidak benar dan kami sangat menyayangkan pernyataan sang Advokat telah mengatakan dan menuding NKI sudah menerima kompensasi atau CSR dari PG Asembagus untuk disalurkan kepada masyarakat, “ujar Agung Hariyanto, SH. salah satu koordinator wilayah timur NKI Kabupaten Situbondo.

Menurutnya, untuk pencatutan terhadap lembaga NKI, kami masih menunggu petunjuk Presiden NKI. Apakah akan dilanjutkan atau tidak, soalnya lembaganya tidak pernah menerima hal yang disuarakan oleh salah satu Advokat dimaksud.

” Lembaga NKI sudah dituding menerima kompensasi atau CSR. Itu sangat tidak benar sekali dan tidak mendasar, adanya pencatutan lembaga kami itu hanya asumsi oknum saja. Jadi kelanjutannya menunggu petunjuk Presiden NKI (Bang Nasim Khan, red), “ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan Agung, bahwa kegiatan sosial lembaga (NKI, red) itu sudah rutin kami laksanakan setiap saat dibutuhkan oleh masyarakat. Sesuai Motto lembaga yaitu ” Bersama Memajukan Daerah dan Mencerdaskan Ummat Yang Berakhlak”

Seperti diberitakan sebelumnya, Advokat Budi Santoso SH.MH saat ditemui diruangan kerjanya membantah karena telah dituding akan melakukan penutupan PG Asembagus Situbondo.
Sabtu (11/09/2021).

Budi Santoso mengatakan “Saya dan teman teman Aliansi memang telah berkirim surat pada Presiden RI, Menteri Keuangan,Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kapolri, Kapolda Jatim, Gubenur Jawa Timur, DPR RI, DPRD Situbondo, Bupati Situbondo, Kapolres Situbondo, Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur dan Dinas Lingkungan Hidup Situbondo. Akan tetapi bukan untuk menutup melainkan ada 2 hal permintaan kami,
Yakni adanya perbaikan di PG Asembagus dan ada kompensasi bagi masyarakat terdampak.

Lebih lanjut Budi Santoso menambahkan “Justru saya sangat setuju dengan berdirinya PG Asembagus, disini saya dan teman teman Aliansi yang tergabung dalam Aliansi Media Peduli Situbondo, memperjuangkan hak hak masyarakat,” Jelasnya

Terus terang saja masyarakat melakukan pengaduan pada kami, tentu kami terima dengan tangan terbuka. disini saya tidak menerima satu sen pun dari masyarakat, tujuan kami hanya satu memperjuangkan apa yang menjadi hak masyarakat, agar masyarakat sekitar PG Asembagus dapat menghirup udara sehat tanpa adanya polusi debu,” bebernya

“Sekali lagi kami tegaskan, tidak terlintas sedikitpun dibenak saya dan teman teman aliansi untuk menutup PG Asembagus Situbondo,” tambahnya

Budi Santoso menjelaskan kenapa hanya PG Asembagus padahal banyak PG lain..?. Karena beberapa tahun lalu PG Asembagus menambah kapasitas pengolahan tebu, cuma sayang tidak diimbangi dengan perbaikan pembuangan limbah.” Ucapnya

Dan untuk sementara kami hanya menerima pengaduan dari masyarakat Asembagus, kalaupun nanti ada pengaduan dari warga Panji, Olean, Wringin Anom ataupun Prajekan yang akan melakukan pengaduan kepada kami, akan terima dengan tangan terbuka dan akan bantu gratis tanpa biaya apapun.

“Saya bersyukur karena masyarakat Asembagus peduli tentang pentingnya udara sehat tanpa asap debu, masyarakat Asembagus sudah bosan dengan janji yang tak pasti, masyarakat Asembagus lelah menghirup bau tak sedap yang disebabkan oleh Pabrik Gula,” terangnya.

Bukan hanya itu saja yang disampaikan Budi Santoso, beliau juga menjelaskan pada tanggal 9/9/2021. Saya (Budi Santoso, red) diundang oleh JM PG Asembagus melalui Pak Dipo di rumah makan Srikandi sekitar Pukul 10.00Wib.

“Ada pernyataan JM PG Asembagus tentang pertanyaan saya yang pertama yaitu jangan sampai musim giling di Tahun 2022 nanti terulang kembali. Yang kedua yaitu, macetnya giling 2021 ini ternyata dari pihak ketiga yaitu PT Wika yang tidak menyelesaikan pekerjaan sampai lewatnya masa kontrak. Trus saya menanyakan kompensasi terhadap masyarakat terdampak, JM mengatakan bahwa kompensasi itu sudah disalurkan melalui Pemkab dan melalui Lembaga NKI yang dikomandoi Nasim Khan, itu yang disampaikan JM kepada saya,” ucap Budi.

Namun kenyataannya, sambung Budi, masyarakat tidak menerima kompensasi dari PG tersebut, justru penyaluran – penyaluran di Masjid atau di masyarakat itu bukan dari PG Asembagus.

” Saya sempat konfirmasi kepada Nasim Khan, beliau mengatakan bahwa konpensasi itu disalurkan ke Masjid dan masyarakat, memberi bantuan setiap Jum’at namun tidak ada pernyataan kompensasi itu dari PG Asembagus, bahkan masyarakat mengatakan bantuan tersebut adalah bantuan dari NKI. Ini harus diluruskan, karena menurut JM PG Asembagus sudah memberikan kompensasi itu melalui Pemkab dan NKI,” imbuhnya.

Disini kami berjuang untuk hajat hidup orang banyak, tidak ada unsur kepentingan pribadi ataupun golongan.
Karena saya bukan orang politik, tidak ada unsur politik dalam gerakan kami, hanya semata mata untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Harapan kami, dipesta giling berikutnya sudah ada perbaikan dan tidak ada lagi polusi debu,” pungkasnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.