OPD Pemkab Situbondo Diminta Jangan Bayar Kontrak Proyek Yang ‘ Culas’

 

 

MutiaraIndotv.com (SITUBONDO) –  Seluruh Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) di lingkungan Pemkab Situbondo diminta tidak mencairkan anggaran proyek yang bermasalah atau tidak sesuai Spek.

Hal itu di ungkapkan Ketua Komisi III DPRD Situbondo, Bashori Sanhaji usai sidak di lokasi proyek desa Duwet Kecamatan Panarukan Situbondo,  Senin (6/11).

” Hasil kesepakatan Komisi III DPRD Situbondo dengan OPD di Lingkungan Pemkab Situbondo,  apabila ada pekerjaaan proyek tidak sesuai dengan Spek maka terminal berikutnya anggaran tersebut tidak boleh dicairkan,” Tutur Bashori Sanhaji.

Komisi III DPRD Situbondo melakukan sidak ke lokasi proyek perluasan ruas jalan hotmix di desa duwet  untuk memastikan apakah proyek yang dikerjakan tersebut sudah diperbaiki atau belum.

” Dan alhamdulillah setelah komisi III DPRD turun langsung mengecek kelokasi, kerusakan kerusakan kecil yang sempat viral di masyarakat sekarang sudah diperbaiki dan sudah bagus,” Tutur Bashori Sanhaji.

Dikatakannya, karena saat ini proyek tersebut masih proses penyelesaian maka kesimpulan akhirnya kita serahkan kepada Dinas terkait, kalau nantinya ada persoalan dan tidak sesuai dengan Spek hasil kesepakatannya sudah tegas yaitu tidak boleh dicairkan.

Menurutnya, karena ‌pengerjaan berbagai proyek konstruksi di Kabupaten Situbondo saat ini sudah memasuki tahap genting yang artinya sisa waktu pengerjaan kian mepet. Hanya tinggal beberapa hari lagi sebelum tahun anggaran habis akhir Desember 2021 nanti.

‌Komisi III DPRD Situbondo meminta kepada seluruh rekanan, agar pengerjaan proyeknya harus dikebut dan kalau perlu di lembur. Oleh karena itu semua pihak diminta harus bersinergi melakukan pengawasan agar semua proyek yang dikerjakan saat ini selesai tepat waktu.

Ketua Komisi III DPRD Situbondo, Bashori Sanhaji juga menjelaskan, pengerjaan proyek konstruksi saat ini memang masih banyak yang belum selesai, Namun juga tidak sedikit pengerjaan proyek yang sudah rampung 100 persen ujarnya, Senin (6/11/2021).

Dia juga mengatakan, proyek yang progresnya belum on target harus dikebut. Sebab, sisa waktu pengerjaan sudah mepet. Hanya tinggal beberapa hari terakhir. Saya berharap agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Konsultan Pengawas, dan kontraktor harus bersinergi. Sehingga pengerjaan tidak lamban.

“Sisa waktu ini harus dimaksimalkan betul, jangan sampai ada proyek yang molor, sebab datangnya musim hujan juga bisa mempengaruhi progres. Sebab, musim hujan berpotensi terjadi bencana alam seperti banjir, angin puting beliung, dan lainnya.

“Bencana alam tersebut bisa berpotensi mengganggu progres pengerjaan,” oleh sebab itu dengan adanya sisa waktu ini harus benar benar dimaksimalkan untuk menyelesaikan pekerjaannya biar sesuai dengan masa kontrak yang sudah ditentukan, Pungkas Bashori Sanhaji (Syam).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *