PCNU Situbondo Terbitkan Surat Perbolehkan Sholat Idul Adha, Amirul Mustafa: Jangan Buat Polemik

MutiaraindoTV.com SITUBONDO – Terbitnya Surat dari Pengurus Cabang Ulama PCNU kabupaten Situbondo pada Tanggal 17 Juli 2021, Perihal Ibadah sholat jama’ah di masa PPKM. Yang ditujukan kepada semua pengurus MWC NU ranting dan semua takmir masjid se Kabupaten Situbondo.

Dimana salah satu pointnya, memperbolehkan pelaksanaan sholat idul Adha dengan tetap mempergunakan protokol kesehatan Covid 19 ketat, menimbulkan protes keras dari aktivis selebritis Situbondo Amirul Mustafa.

” Surat dari PCNU ini jelas menimbulkan kontradiksi dari ketentuan dan peraturan yang diterbitkan oleh pemerintah, baik itu Permendagri, SE Menteri Agama maupun Surat Edaran PBNU lebih – lebih SE Bupati Situbondo, yang melarang dan meniadakan sementara kegiatan ibadah di masjid dan musholla serta tampat – tempat ibadah lainnya,” Ujar Amirul Mustafa mengawali Wawancara ditengah Gelapnya Lampu Kota.

Lanjut Amirul Mustafa, yang pasti ini akan menjadi polemik dari masyarakat bawah terkait terbitnya surat tersebut, ini menggambarkan Komunikasi dan kordinasi yang buruk antara ulama dan Umaroh di kabupaten Situbondo, dimana seharusnya semua elemen masyarakat harus tunduk pada aturan pemerintah,” Katanya dengan geram.

Pihaknya meminta APH untuk memberikan ruang atau fasilitas untuk para pihak agar memberikan instruksi dan program nasional terkait PPKM Darurat di Kabupaten Situbondo bisa berjalan sangat baik.

” Saya selaku salah satu entitas masyarakat Situbondo berharap pihak APH, Bapak Dandim 0823 dan bapak Kapolres Situbondo Bisa memfasilitasi para pihak agar instruksi dan program nasional terkait PPKM Darurat di Situbondo berjalan sukses dan lancar,” Pintanya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah ketua PCNU kabupaten Situbondo kyai Haji muhyidin Khotib melalui Via Pesan WhatsApp menyampaikan bahwa tetap memperbolehkan sholat idul Adha 1442 H dengan jaminan protokol kesehatan Covid 19 ketat.

” Kalau tidak bisa memberi jaminan terpenuhi prokes sebaiknya tidak usah menggelar sholat idul Adha di masjid atau musholla, sholat dirumah bersama keluarga saja. PCNU memberi persyaratan yang sangat ketat,” Singkatnya dengan tegas.

(Frengky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *