Pelaku Pembunuhan Berencana Berhasil Digulung Sat Reskrim Polres Bogor

MuriaraindoTV, Kabupaten Bogor – Jawa Barat. Sat Reskrim Polres Bogor melakukan penangkapan 1 orang tersangka pembunuhan di Desa Kenangan, Kecamatan Menes. di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Dengan modus sakit hati, kemudian dilakukan pengembangan dan menangkap 6 (Enam) orang lainnya tertangkap di Desa Karikil, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Barang bukti yang diamankan, yaitu pakaian korban, 2 (dua) buah handphone, Palu (DPB). Rabu, 10 Oktober 18 lalu.

Tindak pidana pembunuhan berencana, atau penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia. Sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 338 dan atau 340 dan atau 351 ayat 3 dan atau 55 KUHP diketahui terjadi pada hari Kamis 04 Oktober 18 pada pukul 09.00 WIB, setelah ditemukan mayat Laki – laki beridentitas Asep (27 Tahun) warga Kpung Panoongan RT. 02/RW. 04 Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Berawal Asep (korban) berpacaran dengan anak tersangka, namun tidak mendapatkan restu. Tersangka merasa sakit hati, karena Asep diketahui telah menyetubuhi anaknya, kemudian pada Rabu sekitar pukul 16.00 WIB kakak dari pacar korban merencanakan untuk memancing Asep datang untuk datang ke rumah tersangka.

Ketika Asep (korban) datang lalu dibunuh dan dibuang ke tempat pembuangan sampah di Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor sekitar pukul 02.00 WIB. Peristiwa tersebut, mengakibatkan Asep meninggal dunia dengan luka benda tumpul dibagian belakang kepala, mulut robek di sebelah kanan, dan dada lebam dengan tulang rusuk patah 3 buah dan menusuk jantung.

Tersangka berinisial HS warga Desa Karikil, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. AR warga Desa Gunung Sari, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, U warga Kecamatan Tabir, Kabupaten Maringin, Provinsi Jambi. J warga Desa Pasir Gauk, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. BS warga Desa Kananga, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, dan AM warga Desa Karikil, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Dijerat dengan pasal 55 (1) Jo 338 dan atau 340, dan atau 351 (3) KUHP. (Dedeh Lasmini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *