Pembangunan Jalan Ruas Bawadasi- Bawozamaiwo Nias Barat Diduga Asal Jadi, Warga Meminta APH Mengusut Indikasi Kerugian Negara

 

MutiaraindoTV, Kabupaten Nias Barat – Sumatera Utara. Pembangunan jalan multi yers ruas Bawadasi – Bawozamaiwo menuju rerbatasan Nias Selatan diwilayah Kecamatan Lahomi Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara. Dari APBD Tahun Anggaran 2017 yang baru selesai pengerjaan kontraktor PT. Barindo Prima Agung, sekitar bulan Februari 2018 lalu diduga asal jadi.

Kini aspalnya sudah mulai rusak dibeberapa titik terkelupas dan berlubang, warga mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Barat juga aparat penegak hukum mengusut tuntas kerugian negara pada proyek miliaran rupiah tersebut. Rabu, 01 Agustus 2018.

Sejumlah warga yang sehari – hari melintasi jalan Bawadasi-Bawozamaiwo itu mengeluh, dan kecewa atas pengerjaan asal tersebut. Karena tidak mengejar kualitas/mutu, tetapi hanya keuntungan semata.

“Pembangunan jalan ruas Bawadasi-Bawozamaiwo ini sudah lama kami rindukan, karena jalan ini sudah lama mengalami kerusakan yang cukup parah. Dan berlubang akibat lalu lalangnya kendaraan berat yang melintasi, namun setelah ada pembangunan rekanan/kontraktor.

Mengerjakan asal jadi, kini aspalnya dibeberapa titik sudah mulai rusak, terkelupas dan berlubang. Sepertinya bangunan jalan ini tidak ada kualitas atau mutu”, ujar YH kepada media ini.

“Lanjutnya, yang anehnya lagi kala itu sering melihat Pegawai Dinas PUPR Kabupaten Nias Barat datang memantau lokasi. Namun hasilnya ruas jalan yang sudah dibangun tersebut, tetap rusak tidak tahan lama. “Apa tidak aneh, kala pengerjaan pembangunan ini.

Kami sering melihat ada pegawai yang datang melihat – lihat, sepertinya memantau – mantau kegiatan. Tapi toh hasil pembangunannya tetap tidak berkualitas, tidak masalah kalau sudah lama kemudian tanahnya tidak labil. Ini baru selesai pengerjaan, hanya beberapa bulan saja sudah mulai rusak.

Wajar kalau diduga jangan – jangan rekanan/kontraktor itu dengan pihak pengawasan sudah bermain mata, sehingga pengerjaan pembangunan seperti ini, “ujarnya.

Mereka meminta lembaga/instansi terkait jangan tidak tinggal diam, mengusut tuntas indikasi kerugian negara pada proyek miliaran rupiah di Nias Barat. Itu seraya berharap jangan terkesan ada pembiaraan, pengecualian tetapi demi tegakkan marwah hukum.

Diwaktu berbeda juga salah seorang Tokoh Masyarakat Nias Barat yang berdomisili di luar daerah, yang namanya tidak disebutkan melalui sosial media messenger kepada media ini. Menyayangkan pelaksanaan pembangunan jalan ruas Bawadasi- Bawozamaiwo, itu karena dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis atau asal jadi.

“Saya menilai ada kejanggalan pada pembangunan jalan tersebut tidak sesuai spesifikasi teknis, alias asal jadi saudaraku. AnggaranRp. 5 miliar, saya curigai. Kita tunggu saja waktu yang tepat, setelah itu kita akan laporkan ke aparat penegak hukum supaya terbongkar kelemahan pembangunan jalan tersebut, ”ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, paket pembangunan peningkatan jalan ruas Bawadasi-Bawozamaiwo menuju wilayah Nias Selatan ini bersumber dari APBD Tahun 2017 bernilai Rp. 4,9 Miliar.

Dengan pelaksana kegiatan PT. Barindo Prima Agung, konsultan perencana Billindo Engineering Konsultant dan konsultan pengawas PT. Jefridoconsultant. Serta PPK Jasa Konstruksi Bina Marga Kabupaten Nias Barat, hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pihak terkait lainnya. (Aminudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *