Pembangunan MBR Kurang Tepat Sasaran Pemkab Muba Harus Berpikir Bijak

Mutiaraindotv, Musi Banyuasin – Sumatera Selatan, Program Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah untuk upaya mengentaskan Kemiskinan Patut di acungkan jempol baik itu bersumber dari Dana Desa sampai ke Dana ADD ( Anggaran Dana Desa ) di se- Kabupaten di Indonesia.

Yang mana Dana yang telah di Kucurkan untuk Pembangunan Ekonomi Produktif, namun kesemuanya tanpa terwujud dengan adanya usulan dari tiap Kabupaten dan Kota yang ada.

Walaupun demikian banyak Program yang belum bisa terpantau oleh masyarakat maupun Lembaga yang terkait untuk mewujudkan apa yang di harapkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.Pantauan Team Mutiaraindotv di lapangan pada hari Senin, 20 Januari 2020, Program MBR ( Masyarakat Berpenghasilan Rendah ) yang di kucurkan untuk masyarakat Desa. Tepatnya di Desa Teluk Kemang Rt. 03 Rw. 05, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

Yang telah di bangun pada Tahun 2012 terkesan asal jadi dan kurang tepat sasaran, pasalnya rumah yang berukuran tipe 21 tersebut banyak kayu yang sudah rusak. Dan askes Jalan menuju Rumah tersebut belum di Bangun, begitu pula dengan Air Bersih yang mengalir sampai ke rumah warga tersebut belum terjamin Kesehatannya.Aris warga RT. 03 Rw. 05, mengatakan kepada awak media kami sudah lama tinggal di sini hampir 7 tahun. Namun sayangnya Air Bersih, Lampu dan Jalan belum ada, apalagi kalau Banjir Daerah sini hampir masuk ke Rumah dan maupun Jalan yang sulit di lalui, ucapnya.

Sementara Rita warga yang sama mengatakan saya berada disini sudah 2 tahun, akan tetapi kendala disini masalah Air Bersih, Jalan dan Lampu yang belum ada.

” Saat media menanyakan terkait apakah sudah berkoirdinasi dengan Pemerintah setempat maupun bantuan yang telah di terima “.Rita menyampaikan ke Pemerintah sudah 2 kali ke Kantor Kelurahan, di tanggapi. Namun tak ada respon (Realisasi) sampai saat ini, kami juga berharap secepatnya adanya perbaiki ataupun di bantu Air Bersih serta terutama Jalan. Terkadang kami sedih dan kasihan melihat Adik – adik mau pergi ke Sekolah harus melepaskan dulu Seragam Sekolah dan mengganti pakaian di pinggir Jalan, tandasnya. (Mailan Mitv).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *