Pembangunan RKB SD Negeri Kwala Sikasim No. 014746 Diduga Mark-Up

MutiaraindoTV, Kabupaten Batubara – Sumatera Utara. Proyek Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SD Negeri Kwala Sikasim No. 014746, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara senilai Rp. 340 juta. Bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2018 sebanyak Dua (2) Ruang Kelas diduga Mark-Up, atau diduga oknum kepala sekolah terindikasi korupsi dalam pelaksanaan kegiatan DAK tersebut.

Bukan hanya Pembangunan DAK yang ada di sekolah ini, tapi ada juga anggaran Rehab Gedung sebanyak 2 (Dua) Lokal dengan anggaran Rp. 152 Juta bersumber dari APBD Kabupaten Batubara Tahun 2018. Juga diduga oknum pengguna anggaran/Kepala Sekolah Mark-Up, dan ada beberapa Spek pekerjaan yang tidak di ganti seperti Kosen pintu.

Menurut Ketua DPP LSM MITRA Alaiaro Nduru kepada Wartawan media ini dilokasi sekolah mengatakan, bahwa pembangunan RKB dua lokal Senilai Rp. 340 juta diduga pembengkakan anggaran. Sehingga oknum Kepala Sekolah disinyalir Mark-Up, karena nilai Rp. 340 juta di potong pajak 11,5 persen dan potong keuntungan 15 % dari pagu anggaran.

Maka yang harus di alokasikan ke Dana visik RKB adalah Senilai Rp. 249.900.000.00, namun kalau kita lihat contohnya satu pintu rumah kita beli di properti dengan ukuran luas 72 Meter paling mahal Rp. 120 juta satu pintu itu sudah termasuk tanah bangunan.

Sedangkan sekolah tersebut, hanya ruang kosong berarti ada dugaan oknum Kepala Sekolah melakukan tindakan korupsi, dalam pelaksanaan kegiatan DAK tersebut. “Ungkap Ketua DPP LSM MITRA Alaiaro Nduru kepada media ini. Senin 10 Desember 2018 kemarin di Sei Balai.

Saat Kepala Sekolah berinisial MR dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, bahwa kalau memang baik pekerjaan atau tidak ngapain harus jumpa saya, silahkan saja naikkan ke Koran dan Media Online. “Ungkapnya kepada wartawan media ini. Selasa, 11 Desember 2018.

Ketua DPD LSM Guci Hery angkat bicara kepada wartawan disampaikan, bahwa beliau meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara agar memantau pekerjaan Pembangunan RKB di SD Negeri Kwala Sikasim No. 014746 dan di evaluasi anggaran yang diduga Mark-Up.

Dan juga minta konsultan perencana dan pengawas bertanggung jawab atas dugaan adanya pembengkakan anggaran, sehingga ada peluang oknum Kepala Sekolah yang korupsi dana DAK tersebut. Tegasnya kepada wartawan pada hari Rabu 12 Desember 2018 kemarin di Sei Bejangkar. (An01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *