Pembukaan GAMI Fest Internasional Lupakan Syariat Islam Aceh

MutiaraindoTV, Kabupaten Aceh Tengah – Aceh. Detik – detik pembukaan yang disaksikan oleh Plt Gubernur Provinsi Aceh Ir Nova Iriansyah, serta Bupati Aceh Tengah Drs Shabela Abu Bakar, Plt Bupati Bener Meriah Tgk Syarkawi, Bupati Gayo Lues H. Amru, Bupati Aceh Tengara, Kota Cane,dan seluruh SKPK Provinsi hadir menyaksikan pembukaan Gayo Alas Mountain International yang digelar di empat Kabupaten Tersebut.

Antusias Masyarakat Aceh Tengah serta tamu dan para pengunjung dari luar Daerah sangat lah banyak, meski di guyur hujan lebat tapi semangat mereka untuk menyaksikan pembukaan GAMI Fest. Yang di meriahkan melalui Tarian Saman yang berasal dari Kabupaten Gayo Lues, dan Tarian Masal Alias Tari Guel.

Tentu menjadi daya tarik bagi para penonton yang melihatnya di tengah lapangan, yang penuh genangan air dan para peserta penari pun tak mau kalah. Biar pun licin mereka tetap berusaha untuk menampilkan yang terbaik, dihadapan para pengunjung dan penonton.

Satpol PP dan WH, beserta aparat keamanan dari TNI/POLRI ikut dalam melaksanakan pagelaran pembukaan tersebut. Namun pasalnya para Pemuda – Pemudi yang tidak di arahkan tempatnya bercampur, seperti halnya pesta rakyat yang di gelar di luar Aceh.

LAcara pembukaan tersebut tidak mempunyai etika, dan tidak ada pemberitahuan dari para panitia yang berasal dari Provinsi Aceh. Dan tidak ada membatasi tempat untuk para Perempuan, serta para Lelaki

Syariat Islam dimana kita tau, bahwa Aceh itu mempunyai peraturan didalam Qanun sangatnya ketat. Apalagi dalam acara malam seperti yang dilaksanakan hari ini, namun tidak berjalan sesuai yang di inginkan. Para Satpol PP dan WH beserta TNI/POLRI tak berani melarang, karna tidak ada pemberitahuan. Mereka pun hanya bisa melihat, dan menonton acara pembukaan tersebut.

Brahim salah satu Ketua dari PORWAGA mengaku sangat kecewa, dikarenakan Syariat Islam di Aceh malam ini di bebaskan. Karna para Pemuda – Pemudi bergabung, seperti halnya tidak mempunyai Agama dan Etika. Karna yang kita tau, bahwa jika ada kegiatan di Aceh Tengah.

Baik di Bener Meriah atau di Kabupaten lainya, pada khususnya Provinsi Aceh sangat ketat pengawasan dan penerapan untuk para Pemuda – Pemudi. Tapi ini seperti jebakan yang di biarkan Perempuan – Lelaki itu berpasang pasangan, dan berkelompok bercampur aduk di sekeliling Lapangan Musara Alun. Sembari melihat pembukaan itu, “ungkapnya saat di konfirmasi awak media ini.

Panitia dari Provinsi Aceh nampaknya belum siap dan belum mengerti, tentang pagelaran Gayo Mountain International itu yang dibuka di empat Kabupaten. Hanya membuat fitnah, bahwa Aceh itu sekarang sudah bisa bergabung disetiap diadakan konser. Maupun acara besar yang tidak akan dilarang lagi para Pemuda – Pemudi berpasang – pasangan diwaktu malam, seperti malam pembukaan GAMI Festival Tahun 2018. (Pujo prayitno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *