Pemda Nias Barat Diminta Selamatkan Jembatan Lahomi Sebelum Keseluruhan Ambruk

MutiaraindoTV, Kepulauan Nias – Sumatera Utara. Belum setahun selesai dibangun Jembatan Lahomi yang dibanggakan di Kabupaten Nias Barat, yang menelan biaya sekitar 13 Miliar. Kini sebagian fisik bangunannya rusak cukup parah dan roboh, warga mengharapkan Pemerintah Kabupaten Nias Barat bersinerjitas dan lebih serius selamatkan jembatan tersebut sebelum keseluruhan roboh/ambruk.

Jembatan Lahomi yang diresmikan Menkumham Republik Indonesia Yasonna H. Laoly, pada bulan Mei 2018 lalu. Dari hasil pantauan media ini dilapangan pada hari Selasa 24 Oktober 2018, bangunan yang dikerjakan PT. Tombang ini melalui proyek Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tahun 2017, kondisi fisiknya terlihat abudmen, gapura dan bahu jalan yang ditimbun ambruk.

Sehingga dikhawatirkan bila tidak cepat tertangani bisa berimbes pada konstruksi lainnya diantaranya rangka jembatan, selain dari itu, akses perekonomian masyarakat sekitar. Dan penghubung dalam Kota Kabupaten Nias Barat kembali terganggu, untuk saat ini arus lalu lintas telah dialihkan pada jembatan darurat.

Atas kerusakan itu, sejumlah warga yang melewati jembatan turut prihatin dan menuai berbagai opini atas kualitas bangunan. Dan berharap ada penanganan serius, dari Pemerintah Kabupaten Nias Barat tanpa restorasi.

“Sebagai masyarakat awan dan juga merupakan salah seorang pengguna jembatan ini, harapan kita instansi/lembaga terkait itu cepat memikirkan apa langkah – langkah konstruktif. Kalau mereka masih tetap restorasi, ya sama artinya ada kesan pembiaraan uang negara ini hancur.

Kita tetap menunggu ada solusi dari mereka sebelum merembes kekonstruksi lainnya, kemudian kalau tidak. Apa boleh buat kita nikmati saja, ”ungkap ND dengan raut muka sedih.

Kemudian ditambahkan YH, dengan melihat begitu cepat kerusakan Jembatan Lahomi, ia menduga – nduga jangan – jangan ada yang kurang beres.

“Kalau kami perhatikan, pelaksanaan pembangunan jembatan ini sepertinya kurang pengawasan Dinas terkait. Terkesan rekanan dan pengawas bermain – mata, lagian apakah tidak aneh pagu anggaran pembangunannya besar sekali sampai miliaran rupiah.

Sementara hanya beberapa bulan saja selesai rusak sepertinya kurang kualitas/mutu, kita berharap aparat mengusut indikasi adanya KKN, ”ujarnya.

Namun, AH optimis Pemerintahan Daerah segera melakukan langkah perbaikan. Kita sangat yakin saja Bang, Pak Bupati Nias Barat Faduhusi Daely dan Wakil Bupati Nias Barat Khenoki Waruwu, serta para Anggota Dewan Nias Barat pasti besama – sama memikirkan langkah serta solusinya. ”,Ungkapnya.

Sementara itu, Arwadi Gulo selaku PPK Jasa Konstruksi Bina Marga PUPR saat melakukan pemantauan lapangan pada Selasa 24 Oktober 2018 kepada media ini mengatakan. Untuk memikirkan apa solusi penanganan kerusakan jembatan, pihaknya tidak semerta mengambil kesimpulan harus konsultasikan terlebih dahulu kepada pimpinannya.

“Saya tidak bisa memberi jawaban pasti, mungkin solusi penyelamatan pertama yakni pengalihan aliran sungai tidak mapan, ”ujarnya.

Arwadi, mengakui pembangunan Jembatan Lahomi masih tahap pemeliharaan. Walaupun demikian karena ini masih pemeliharaan, maka kita tetap minta pihak rekanan/kontraktor untuk memperbaikinya.

“Lanjutnya, yang terutama dulu yang kita pikirkan sekarang bagaimana supaya arus sungai Lahomi ini tidak langsung menendang fisik bangunan, ada penahan dan perlu ada normalisasi lagi, ”ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan di Mutiara Indo Media Gruop belum berhasil mengkonfirmasi kepada Bupati/Wakil Bupati Nias Barat, serta pihak terkait lainnya. “Apa langkah dan solusi, yang akan ditempuh. (Am.Hia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *