Pemerintah Tidak Bisa Berbuat Banyak Dengan Kenaikan Harga Sembako

Mulai Mahal: Stand pedagang sembako di Pasar Mimbaan Baru, menjelang Bulan Suci Ramadan harga - harga bahan pokok banyak yang naik.

Mulai Mahal: Stand pedagang sembako di Pasar Mimbaan Baru, menjelang Bulan Suci Ramadan harga – harga bahan pokok banyak yang naik.MutiaraindoTV, Kabupaten Situbondo – Jawa Timur. Beberapa bahan pokok di pasar sudah mengalami kenaikan harga menjelang Bulan Suci Ramadan, seperti harga bawang putih, bawangn merah, cabai rawit, dan komoditi lainnya.

Sayangnya, pemerintah daerah belum bisa berbuat banyak terkait kenaikan harga komoditi di pasaran. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Dra. Hj. Tutik Margiyanti M.Si mengatakan, menjelang Bulan Ramadan atau hari – hari besar, kecenderungannya sudah demikian. Harga – harga pasti naik.

“Mau bagaimana lagi, kita tidak bisa ngapa – ngapaian,” ujar Hj. Tutik saat diwawancarai Wartawan Media MutiaraindoTV.

Dia menerangkan, pemerintah hanya bisa memastikan, ketersediaan stok satu bulan ke depan sudah terpenuhi. Bagi Hj. Tutik, selama stok tersedia, tidak ada masalah dengan kenaikan tersebut.

“Karena ada keseimbangan dengan stok. Jadi, tidak ada masalah,” imbuhnya.

Hj. Tutik menambahkan, hanya beberapa komoditi yang harganya mengalami kenaikan. Harga komoditi yang sudah melonjak naik bawang merah dan bawang putih. Ada juga ayam potong.

“Mayoritas bahan pokok dapur. Dan itupun sesaat. Tidak berlangsung lama, ”jelasnya.

Seperti yang diketahui, daging ayam potong dari harga Rp. 26 ribu naik menjadi Rp. 32 ribu, Rp. 35 ribu per kilogram. Sedangkan harga bawang putih mencapai Rp. 52 ribu perkilogram. Padahal harga sebelumnya Rp. 45 ribu perkilogram, bawang merah dari harga Rp. 30 ribu, naik menjadi Rp. 35 ribu perkilogram, kemudian telur dari harga Rp. 20 ribu, naik menjadi Rp. 27 ribu perkilogram.

Hj. Tutik mengatakan, untuk mengimbangi lonjakan harga, pemerintah akan menyediakan komoditi tertentu pada Bulan Puasa nanti, seperti  beberapa bahan pokok dapur.

“Kita bekerja sama dengan Bulog, nanti dijual di bawah harga pasar. ” Jelasnya.

Kata dia, komoditi yang disediakan tidak banyak. Hanya bahan pokok yang berpotensi mengalami kenaikan, seperti beras, bawang merah – bawang putih, dan cabai.

“Karena komoditi yang lain tidak bergerak, yang naik kan itu – itu saja. ”Pungkasnya. (Imam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *