Pemkab Situbondo, Tidak Transparan Terkait Dana BTT.

PAPBD Tahun 2021 Ditengarahi tidak ada Anggarannya, Benarkah…???

Mutiaraindotv.com SITUBONDO JAWA TIMUR – Ironis, Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Situbondo Tahun 2021, hingga memasuki semester kedua, masih utuh alias nol serapan. Itu terungkap, saat hearing Komisi IV DPRD bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan RSUD Abdoer Rahem Situbondo, Selasa (24/08/2021).

H Tolak Atin, salah satu anggota Komisi IV DPRD Situbondo mengaku, hearing tersebut digelar, menyusul banyaknya laporan dan pengaduan masyarakat, tentang lemahnya penanganan Covid-19 di Situbondo.

“Akhirnya Komisi IV turun langsung mengecek ke OPD terkait, untuk mengklarifikasi pengaduan. Hasilnya, ada hal menarik terkait serapan Belanja Tak Terduga (BTT) APBD, sampai hari ini masi NOL realisasi. Termasuk penanganan Covid-19 saja, pada Dinkes dan 20 Puskesmas di Situbondo dan tiga rumah sakit, masih tahap pengajuan anggaran. Tidak ada realisasi sama sekali atau nol persen,” ungkap Tolak Atin.

Lebih lanjut, pria berkumis yang akrab disapa Tolak ini mengatakan, sampai hari ini dana BTT belum ada serapan sepersenpun. Artinya masih utuh dananya. Namun informasi yang disampaikan kepada DPRD, bahwa Perubahan APBD Tahun 2021 tidak ada anggaran.

“Pertanyaannya, mau diapakan dana BTT ini? Artinya, masalah anggaran ini pihak Pemkab sangat tertutup dan tidak ada transparansi terhadap DPRD, sebagai administrasi wakil rakyat. Seharusnya kami sebagai mengetahui,” tegasnya.

Bahkan, Tolak pernah menanyakan kondisi keuangan Pemkab, jawaban OPD pasti tidak tahu. “Pemkab sendiri tidak pernah transparan dan tertutup, tentang bagaimana konsepnya. Apakah APBD memang sengaja tidak direalisasikan atau sebaliknya, atau mau di Silpakan. Padahal tahun kemarin Silpanya mencapai Rp 211 Miliar,” tukasnya.

Ia juga menyayangkan, kondisi Kabupaten Situbondo saat ini. Pemkab Situbondo dinilainya sangat tertutup dan kucing-kucingan terkait penggunaan anggaran. Padahal kondisi ekonomi masyarakat saat ini sangat sulit. Sehingga butuh Solusi dari Pemkab Situbondo.

“Seperti, adanya kegiatan dan program program bagaimana pemulihan ekonomi di masyarakat ini bergairah kembali. Sehingga bisa terdongkrak dengan kegiatan dan program Pemkab. Ini serapan saja minim, bagaimana bisa bantu masyarakat kalau keadaannya seperti ini. Sungguh mengkhawatirkan kalau melihat kondisi sekarang,” pungkasnya.

(Syam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *