Pemkot Lubuklinggau Menghadiri Sosialisasi Dan Forum Diskusi Transaksi Non Tunai

Mutiaraindotv, Hotel Marriot – Yogyakarta, Sekretaris Daerah Kota Lubuklinggau, H.A.Rahman Sani, menghadiri Sosialisasi dan Forum Diskusi Transaksi Non Tunai di Hotel Marriot Yogyakarta. Senin sampai dengan Selasa, 24 – 25 Juni 2019.

Kegiatan yang digelar oleh Bank Sumsel Babel (BSB) juga dihadiri langsung Dirut BSB Achmad Syamsudin, Sekda Provinsi SumSel Nasrun Umar, dan Kepala Kantor Perwakilan BI SumSel dan Babel.

Dan turut hadir juga di Acara Sosialisasi dan Forum Diskusi Transaksi Non Tunai, yang mendampingi Sekda Kota Lubuklinggau H.A.Rahman Sani, Kepala Badan Keuangan Daerah Lubuklinggau Imam Senen dan Kepala Dinas Kominfo Lubuklinggau, Erwin Armeidi.Melalui acara ini, Pemerintah Daerah (Pemda), Khususnya di Sumatera Selatan dapat memaksimalkan Transaksi Non Tunai.

Elektronifikasi Transaksi Pemerintah merupakan upaya untuk mengubah Transaksi Pengeluaran dan Penerimaan Pemerintah, dari Pusat dan Daerah. Dari Tunai menjadi Non Tunai melalui berbagai Kanal Pembayaran.

Diharapkan, Penerapannya dapat mewujudkan Efisiensi, Efektivitas, dan Transparansi Tata Kelola Keuangan Pemerintah melalui Infrastruktur yang Aman dan Handal.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) SumSel Suhut MT Samosir, Elektronifikasi Transaksi Keuangan Pemerintah akan mendukung Pengelolaan Keuangan Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah.

“ Transaksi Non Tunai mendorong Efisiensi Belanja dan meningkatkan Potensi Penerimaan APBN atau APBD. Selain itu, dengan Transaksi ini juga dapat mewujudkan Akuntabilitas dan Transparansi dalam Pengelolaan Keuangan Pemerintah ”, ujarnya.Namun, ada beberapa Kendala dalam Penerapan Transaksi Non Tunai ini, diantaranya Rendahnya Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) serta Dorongan, agar masyarakat Bertransaksi Non Tunai. Selain itu juga pengaruh dari  Sistem Jaringan, serta Infrastruktur masih terbatas dan menjadi Penghambat Utama dalam Penerapan Elektronifikasi Transaksi.

Ini sangat dibutuhkan kerja sama antara Pemda dan Perbankan untuk Penguatan dan penyebar luasan Elektronifikasi Transaksi Pemda serta Perluasan Akses Keuangan bagi masyarakat. Diharapkan Sinergi antara Pemda dan Perbankan dapat menguatkan Infrastruktur Non Tunai dan mendorong Efisiensi Biaya yang timbul dari Investasi Pengembangan dan Transaksi antar Bank.“ Pihak – pihak yang terlibat Berkomitmen untuk mewujudkan Keamanan dan Kelancaran Transaksi serta menjamin Perlindungan Konsumen dalam Rangka Elektronifikasi Transaksi di Lingkungan Pemda. Pemda dan Perbankan mendorong Preferensi Transaksi Non Tunai di Daerah. Melalui Perluasan Ekosistem dan Sistem Pembayaran dan Peningkatan Akseptansi seluruh Elemen masyarakat terhadap Transaksi Non Tunai di Daerah “, jelasnya. ( Kominfo/Barmawi Mitv).

editor ” Awi “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *