Pendapatan Pedagang Anjlok, Pasar Asembagus Butuh Perhatian Pemda Situbondo

Rapat dengar pendapat para pedagang Pasar Asembagus, mereka mengeluh karena pendapatannya tidak maksimal.

 

MutiaraIndoTV.com (Situbondo)- Ketua Paguyuban Pasar Asembagus, H. Herman bersama Rekan rekannya mengeluh terhadap kondisi pasar yang sepi setelah direvitalisasi dan dijadikan pasar tradisional.

Di pasar Asembagus ini hanya terlihat beberapa aktivitas pedagang dan pembeli. Padahal secara fisik kondisi pasar ini terlihat lebih baik dan megah.

Sebelum direnovasi, pendapatan pedagang bisa mencapai 500 ribu hingga 1 juta rupiah pendapatan perharinya. Namun pasca direvitalisasi dan setelah pedagang kembali berjualan, pasar pun sepi pengunjung dan pendapatan para pedagang di pasar Asembagus turun signifikan atau turunnya sekitar 80 persen, Hal ini terungkap setelah Anggota Komisi III DPRD Situbindo, melakukan Reses di Pasar Asembagus.

H. Herman menjelaskan dari 85 kios yang ada di lantai atas, itupun baru terisi 9 kios, hal ini disebabkan karena sepinya pengunjung di pasar Asembagus, akibatnya pedagang yang mau mengisi kios pasar Asembagus tersebut tidak bergairah atau tidak ada yang berminat.

“Kalau ini tidak dicarikan jalan keluar atau solusi oleh Pemerintah Kabupaten Situbondo terhadap kondisi pasar ini, kasihan kepada pedagang yang ada di Pasar Asembagus ini, karena bisa jadi pedagang PAO (Paotangan) jadinya,” Terang H. Herman.

Lebih Lanjut, H. Herman mengatakan, Seharusnya Pemerintah Kabupaten Situbondo yang saat ini berkoar koar Menuju Perubahan bisa memberikan jalan keluarnya.

” Salah satunya adalah memindahkan Pasar Pattok/Pasar buah yang di anggapnya tidak ada kontribusinya, agar dijadikan satu ke pasar Asembagus kalau ini bisa dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Insya Allah, Pasar Asembagus banyak dikunjungi pengunjung pagi sampai malam hari,” Tutur H. Herman.

Lain lagi yang disampaikan Totok, Umi kulsum dan Hadi yang mewakili pedagang lainnya, pihaknya minta Pemerintah Kabupaten agar ada penataan tempat yang dianggapnya saat ini semrawut karena tidak ditata dengan baik antara pedagang sayuran, sembako dan ikan serta dagangan lainnya ini masih semrawutan, sehingga kelihatannya kurang indah.

” Selain itu tiap kios dipasangi listrik satu persatu biar tidak terlalu berat biaya yang dibebankan kepada Pemerintah Kabupaten, ketika tiap kios sudah ada listriknya biayanya menjadi tanggung jawab pedagang yang menempati kios masing masing,”Imbuhnya.

Dia juga mengusulkan ada petugas keamanan, petugas sampah sendiri di pasar Asembagus, yang di honor langsung oleh Pemkab Situbondo, biar ada yang bertanggung jawab. Alasanya karena dipasar Asembagus ini selalu ada kehilangan walaupun dipasangi CCTV.

” Selain itu sampah di pasar Asembagus harus ada petugas yang menangani sendiri sehingga tidak kelihatan kumuh seperti sekarang ini, kalau kedua petugasnya ini sudah ada, otomatis akan menarik para pembeli untuk berbelanja di Pasar Asembagus,” terangnya.

Selain karena di masa pandemi, pedagang sendiri walaupun tidak mengetahui secara pasti penyebab sepinya pasar ini. Kondisi pasar yang sepi pengunjung, membuat sebagian pedagang terpaksa tidak berjualan dan membiarlan lapak mereka kosong.

“ya kondisi sepi, kalo kita keluar kan kita harus bayar karcis, kebersihan juga mungkin mereka juga ndak nutut untuk biaya operasional.”ujar Totok

Pedagang pasar Asembagus juga berharap agar pemerintah Kabupaten Situbondo segera mencarikan solusi agar pasar kembali ramai dari pengunjung. Selain itu ketika ada masukan, saran pendapat atau permintaan dari masyarakat khususnya pedagang jangan hanya ditelan mentah mentah, mohon segera ditindak lanjuti dan direalisasikan jangan hanya omong doank, karena ini menyangkut nasib dan pekonomian masyarakat secara luas, Pungkasnya.

Kepala Disperindagin, Edi Wiyono, saat di konfirmasi terkait keluhan para pedagang di Pasar Asembagus, Mengatakan, Yang saya ketahui sebelumnya pasar Asembagus ini bagus dan tidak ada persoalan apa apa namun setelah kami mendengar dan mendalami secara langsung dari pedagang pasar Asembagus, ternyata masih ada kendala namun Pada prinsipnya kami mengerti atas semua keluhan yang dihadapi oleh para pegang di Pasar Asembagus, namun dengan begitu, ini perlu ada kajian dan evaluasi lebih lanjut dengan pihak pihak terkait agar ada jalan keluarnya.Ungkap Edi Wiyono.

Menurutnya, Permintaan pedagang Asembagus ini banyak sekali, ada yang berkaitan dengan anggaran dan ada juga yang berkaitan dengan persoalan konflik sosial, karena ini menyangkut nasib para pedagang, ketika sudah merasa enak berada di pasar pattok ketika disuruh pindah ke pasar Asembagus ini perlu ada tindakan persuasif, tidak serta merta seperti membalik telapak tangan, ini perlu ada kajian yang mendalam, Pungkasnya..(SYAM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *