Penggerebekan Terduga Teroris Di Perumahan Papan Mas, Kecamatan Tambun Selatan Oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri

MutiaraindoTV, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat. Penggerebekan terduga teroris di Jalan Raya Perumahan Papan Mas Blok A 16 No. 28 RT. 07/RW. 04 Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Rabu 16 Oktober 2019 sekitar pukul 21.30 WIB sampai dengan pukul 23.30 WIB.

Menurut Waka Polres Metro Bekasi AKBP Luthfi Sulistiawan, “kami dari Polres Metro Bekasi malam ini beckup terhadap kegiatan yang dilaksanakan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Yang melakukan penggerebekan di Jalan Raya Papan Mas, Kecamatan Tambun Selatan ini berdasarkan informasi atau pengembangan dari jaringan yang tertangkap di Lampung dan tadi sudah di lakukan penggeledahan.

Kemudian seluruh ruangan sudah di geledah oleh Densus 88 dan ditemukan dua switching serta bubuk bubuk flas folder, termasuk juga ditemukan buku – buku panduan terkait Jihad. Untuk tersangka yang berinisial A sekarang ini sedang dilakukan introgasi dan akan di bawa ke Markas Densus 88. “Sedangkan untuk kedua orang adiknya yang memang hasil pendalaman tidak ada kaitannya mungkin akan kita lepas”.

Jalan Raya Perumahan Papan Mas Blok A 16 No. 28 RT. 07/RW. 04 Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

Awak media juga menanyakan, “menurut informasi warga sudah berapa tahun mereka tinggal di kontrakan ini”. Memang ini sudah hampir 2 (Dua) Tahun. Kami juga sudah diskusikan dengan Pak RT dan Pak Rw, mereka merasa kecolongan karena mereka tidak tidak ada tanda – tanda pelaku teror.

Tetapi warga sekitar sudah menaruh curiga, sebab kegiatan jual beli ikan selama hampir 2 (Dua) Tahun memang cukup sepi. Tetapi mereka sanggup bertahan kadang berjualan sampai tengah malam, nah barang kali ini juga menjadi introspeksi kita dan seluruh perangkat pemerintahan agar lebih di perketat mengenai pendataan warganya.

Apa ada keterkaitan dengan penggrebekan yang di Kecamatan Tambun Utara Pak, “ini adalah jaringan yang dari Lampung, tapi nanti secara teknis detilnya Densus 88 yang akan memberitahu”.

Menurut kesaksian Bapak Robet yang kesehariannya berdagang batu akik disekitar rumah terduga teroris mengatakan kepada kami awak media, “sehari sebelum penggerebekan oleh Densus 88. Saya masih melihat suami istri itu masih ada, karena mereka sering belanja sayuran yang istrinya.

Tetapi kenapa yang tertangkap cuma anaknya aja, kemana suami isteri nya, ya sebelum terjadi penggerebekan keseharian mereka tidak bergaul dengan masyarakat. Kalau di sapa hanya menjawab seperlunya saja, keluar rumah pun hanya sekedar belanja ke warung. Dan kadang larut malam masih menerima tamu 3 (Tiga) sampai 4 (Empat) rata – rata mereka malam hari kalau bertamu. “Tuturnya.

Menurut keterangan pemilik kontrakan, yaitu Ibu Rusmani mengatakan kepada awak media. “Sudah hampir 3 (Tiga) Tahun ini mereka menyewa, setahunnya Rp. 10 juta. Tetapi berhubung Bapaknya tidak punya pekerjaan dan hanya tukang bersih – bersih di Masjid depan RSUD Kota Bekasi, ya akhirnya saya kurangi sedikit bayar sewanya. Tahun pertama lancar, tahun kedua agak seret,tahun ketiga susah bayarnya.

Bahkan rencananya mau saya usir itu mereka, yang tinggal di rumah itu suami – istri serta satu anak laki – laki dewasa.  Kalau yang dua orang lagi, yaitu satu pria masih muda dan satu wanita yang usianya sekitar 17 Tahun baru datang kemarin. Biasanya mereka tidak tinggal di rumah itu, kalau yang Ibunya memakai cadar.

Barang Bukti

Waktu pertama kali menempati rumah ini saya mengingatkan agar melapor ke RT, Bapaknya bilang iya nanti saya lapor. Selama hampir 3 (Tiga) Tahun ini mereka tertutup, kalau malam hari di atas jam 11 sering kedatangan tamu yang orangnya ganti – ganti. Sehari sebelum penggerebekan suami istri sudah pulang ke Lampung dengan alasan memperingati 40 hari orangtuanya yang meninggal  “Pungkasnya.

Catatan kami yang menempati rumah kontrakan itu, adalah sepasang suami isteri serta anak laki – laki dewasa. Yang setiap harinya berjualan ikan hias, kecurigaan warga hampir 3 (Tiga) tahun berjualan kiosnya sepi – sepi saja. Tetapi mereka mampu bertahan, penghuninya tidak pernah bersosialisasi dengan warga sekitar.

sehari sebelum penggerebekan oleh Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, ke 2 (Dua) orangtuanya terduga teroris berinisial A sudah meninggalkan rumah, yang menurut warga pulang ke Lampung menghadiri 40 hari orangtuanya. ada 3 (Tiga) orang yang di temukan saat penggrebekan berlangsung, hanya satu orang yang di bawa berinisial A dan sedangkan 2 (Dua) Adiknya tidak dibawa karena tidak terlibat jaringan tetoris. (Ali M-Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *