Pengrajin Kayu Desa Nyangkowek Terkendala Bahan Baku

MutiaraindoTV, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat. “Kami kesulitan bahan baku, sekarang ini kayu cemara pua – pua, pinus dan ki sereh kami dapat dari Ciwidey Bandung. ” Tutur Dayat. Selasa, 21 Agustus 2018

Dayat (45 Tahun) warga Kampung Warung Ceuri Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Sejak Tahun 2016 merintis usaha kerajinan dari kayu cemara pua – pua, pinus dan ki sereh terkendala bahan baku.

Sementara bahan baku didatangkan dari Ciwidey Bandung, belum bisa memenuhi pasar Taiwan. Padahal produk kerajinannya begitu digemari negara ginseng, akibat sulitnya bahan baku dan peralatan pesanan tidak bisa dipenuhi

Dalam sehari Dayat mampu membuat kerajinan gantungan kunci, piala, kujang, tempat lampu fan asbak. Mampu mengalahkan produk pabrikan dari luar negeri, karena produknya yang dikerjakan secara manual membuat kerajinan tangan Dayat kalah bersaing di pasaran.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi dapat mencarikan solusi, agar usaha kerajinannya diterima pasar internasional. “Saya berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi bisa, mencarikan solusi agar kerajinan ini tembus pasar internasional.” Tukas Dayat.

Camat Cicurug Agung Gunawan S.Sos., M.Si mengapresiasi pengrajin kayu warga Kampung Warung Ceuri, apalagi produk tersebut sempat tembus Pasar Taiwan. Camat akan berupaya mencarikan solusi, agar produk usaha kecil menengah (UKM) tersebut menjadi produk unggulan Kecamatan Cicurug.

“Produk ini begitu bagus dan sempat menembus pasar Taiwan, Saya akan membantu mencari solusi agar usaha ini bisa tumbuh berkembang dan menjadi unggulan UKM Kecamatan Cicurug. “Pungkas Agung Gunawan S.Sos., M.Si. (Wahid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *