Perpus Seru Bunga Padi Pasawahan Cetak Kualitas Warga

MutiaraindoTV, Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat. Program Perpu Seru oleh Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) dan Bill & Melinda Gate Foundation sejak Yahun 2011 mentransformasikan perpustakaan, menjadi pusat belajar dan kegiatan masyarakat berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Salah satunya perpustakaan Bunga Padi Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Provunsi Jawa Barat sejak Tahun 2014 menjadi mitra Perpu Seru CCFI. Disini dilakukan peningkatan kapasitas pengelola Perpu Seru dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sukabumi, hasil layanan perpustakaan desa ini telah berimpact baik kepada masyarakat penerima manfaat.

“Sanusi, staf desa Pasawahan telah merasakan manfaat layanan perpusdes yang bekerjasama dengan PKBM Cempaka tahun 2014 Perpusdes Bunga Padi sebagai penyelenggara Kejar Paket A, B dan C dimana dia menerima Ijasah Paket C.” Kata Ade Saripudin Mantan Fasilitator Perpus Seru. Senin, 13 Agustus 2018.

Ijazah yang didapatnya sangat berguna untuk memenuhi aturan bahwa, staff pemerintahan desa minimal harus berijasah SMA atau yang setara. Dan Sanusi berhasil melangkah lebih maju melalui Program Perpu Seru, yang tanggal 31 Juli 2018 program kerjasama dengan perpusda dan perpusdes telah berakhir.

“Walaupun program kerjasama telah selesai kamilah yang bertugas meneruskan juga menumbuh kembangkannya, ” kata Ade Saripudin

Dalam rapat evaluasi partisipatif yang digelar tanggal 7-8 Agustus 2018 lalu di Pulau Bali, Sanusi diundang sebagai salah satu penerima manfaat Perpu Seru. Kala itu Sanusi menjelaskan melalui transformasi perpustakaan tidak hanya dirinya, tapi juga masyarakat telah menerima manfaat juga terjadi peningkatan kualitas hidupnya.

“Salah satunya adalah bisa mandiri, bisa berbagi sehingga hidup lebih bermanfaat, “kutip Sanusi dari Direktur Program Perpu Seru Erlyn Sulistiyaningsih.

Dalam kesempatan itu Kepala Desa Persawahan Dahlan Sudarlan mengatakan, Perpus Seru ini tidak hanya menjadi pusat kegiatan masyarakat berbasis tekhnologi. Tapi juga menghasilkan tenaga interpreneur, dibidang pengembangan perpustakaan. Salah satunya Staf Desa Pasawahan, Sanusi yang belum lama mengikuti evaluasi CCFI di Pulau Bali.

“Saya berharap Perpus Seru Desa Pasawahan ini menjadi barometer lahirnya penggagas tenaga pengabdi dibidang perpustakaan di setiap desa, “pungkas Dahlan Sudarlan. (Wahid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *