Pihak HRD Pabrik Roti Jordan Food Kebingungan Ini Perusahaan Home Industri Atau Produksi

oleh -500 views

MutiaraindoTV, Kota Lubuklinggau – Sumatera Selatan. Tim Mutiara Indo Media Group dan Koordinator Perwakilan Ormas Kota Lubuklinggau, disambut baik dan rama oleh HRD Tri Margianto. Atas nama Pimpinan Perusahan Lubuklinggau Ibnu Suami dari Ibu Ros Adm, Perusahan dan Babinsa Lubuklinggau Utara Edi (Anggota TNI) Kota Lubuklinggau serta Trener dan Pegawas Sintia diruang tamu Pabrik Roti Jordan Food Arnon PT. Dempo Gemah Ripah di Kelurahan Petanang, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, Propinsi Sumatera Selatan. Selasa, 21 Agustus

HRD Tri Margianto mengatakan, Bahwa setiap pegawai tidak ada yang diperlakukan semena – mena, kita menjalankan Perusahan Pabrik Roti Jordan Food sesuai dengan mekanisme dan SOP. Dalam aturan Perusahaan dan itu semua sudah di sepakati oleh Karyawan yang bekerja di Pabrik Roti. Dan mengenai Surat Pemanggilan (SP 1) dengan No. 001/SP-1/LLG/VII/2018 Tanggal 20 Agustus 2018 atas tidak hadirnya indisial T, tanpa memberikan keterangan kepada pihak Perusahan untuk memberikan penjelasan serta keterangan. Dan ini diberlakukan sama dengan Karyawan lain, jika ada Karyawan lain yang tak masuk kerja. Maka akan diberikan surat pangilan secara tertulis, “ungkap HRD.

Terkait Pemberitaan dari Mutiara Indo Medai Grup (Mutiaraindotv.com dan Ttibunnews1.com) kami ucapan terima kasih, kalau ada yang berita terbaik kenapa masalah ini dibesar – besarkan. inikan cuma permasalahan kecil, kalo bisa diselesaikan baik – baik. “Pungkas HRD.

Dan masalah Akte Pegawasan dan Wajib Lapor silahkan Tim Mutiara Indo Media Group lihat di Disnakertran Bidang Pengawasan Agus Kosasi atau Kadisnakertran Purnomo, sebab mereka memegang surat tersebut. Karena itu wajib bagi perusahaan, masalah ini Perusahan Home Industri atau Produksi.

Nanti kita buka dulu kitab dan peraturan yang ada Pak, intinya dari beberapa yang Tim Mutiara Indo Media Grup meminta dari mulai dari Akte Pengawasan dan Wajib Lapor. Kami mau minta izin dulu ke Kantor Pusat, sebab tidak boleh sekarang di keluarkan. Bisa – Bisa kena marah Pak, “tambahkan HRD Tri Margianto.

Pegawas /Trener Karyawan Sintia menjelaskan, terkait Karyawan yang di pindah tugaskan atau di roling itu. Dikarenakan Karyawan tersebut, sering melakukan kesalahan seperti jam bekerja keluyuran, tidur dan lain – lain. Terutama ke Saudara T dan itu semua di berlakukan sama Pak. Tanpa ada yang dibedahkan satu sama lain, begitu juga kepada kami sebagai Pegawas/Trener bagi yang salah tetap diberikan surat teguran dengan tujuan yang baik. “Katanya.

Babinsa Edi menyampaikan, sudahlah jangan diperpanjang lagi permasalahan ini, sebaiknya kita semua saling menjaga. Agar berjalan seperti biasa, bagi Saudara T tadi. HRD Tri Margianto mengharapkan untuk bekerja kembali, apa keinginnya untuk bekerja. Dan diposisi dimana Manajemen Perusahan siap bantu, memberikan tempat yang di inginkan.

Saya bekerja di sini sesuai perintah atasan, karena untuk kawasan di Lubuklinggau Utara ini adalah wilayah saya. Harapan Babinsa udalah cari jalan yang terbaik demi kelangsungan Perusahan dan Karyawan yang ada, sedangkan penjelasan dari Kadisnaker Kota Lubuklinggau Purnomo melalui via telpon pada hari Selasa 21 Agustus 2018.

Setiap Perusahan wajib memberikan Gaji Karyawan sesuai dengan kreteria Perusahan, jika Perusahan besar dengan mengunakan peralatan mesin dan Jumlah pegawai diatas rata – rata. Wajib membayar gaji Karyawan/Buruh sesuai dengan Pergub yang tertuang dalam Undang – Undang, jika ada Perusahan yang melakukan kesalahan dengan aturan yang ada.

Wajib Perusahan tersebut di tutup, karena kita tidak mau di Kota Lubuklinggau ada Perusahan yang nakal. Saya pribadi benci yang memperlakukan Karyawan semena – mena tanpa memberikan standar Gaji Karyawan sesuai UMP dan UMR, yang sudah di sepakati antara Pemerintah dengan Pelaku Usaha dan Serikat Pekerja Indonesia.

Kalau ada masalah yang rumit dan bermasalah patal, pihak Bidang Pengawasan Cabang Propinsi. Baru menyerahkan kepada kami Disnaker Kota Lubuklinggau, saya Perna kesana survey, bahwa ada Karyawan Tetap dan PHL sempat saya menanyakan gaji ke Karyawan masalah Gaji Karyawan bedah. Intinya Perusahan ini bukan Perusahan Kecil, akan tapi ini sudah termasuk Perusahan Besar.

Saya memberikan nilai keperusahan ini dengan Nilai Mint, yang sudah menyalahi prosedur dan Aturan Undang – Undang, pada hari Senin kita akan panggil pihak Perusahan tersebut. Untuk diminta penjelasan atas laporan tertulis dan berita yang disampaikan oleh Tim Mutiara Indo Media Grup. Nanti sekitar bulan September kita akan adakan sosialisasi, bagi Perusahaan yang ada di Kota Lubuklinggau.

Kita akan buka semua di Publik bagi Perusahan yang nakal. Untuk mengangkangi aturan berlaku, dari segi pegawasan langsung ditangani Propinsi. Tapi kewenangan Disnakertran masih berhak mengeluarkan PP (Peraturan Perundangan) dan PKB (Perjanjian Kerja Bersama) jika tidak dipatuhi oleh Perusahan, kita akan tutup Perusahaan tersebut.

Sedangkan fakta yang di terima Tim Mutiara Indo Media Grup melalui + 50-100 Karyawan, yang namanya kita lindungi sesuai aturan yang berlaku. Sangat jauh berbeda dengan apa yang di sampaikan HRD Tri Margianto dan rekan kerjanya, mulai dari sistem Manajemen Perusahan memanggil Karyawan dengan Surat SP 1 tanpa ada KOP Surat dan alamat jelas perusahaan. Dan tembusan surat, dan terkait Akte Pengawasan dan Wajib Lapor HRD Tri Margianto mengatakan, mau minta izin dulu ke Kantor Pusat atau Tim Mutiara Indo Media Grup bisa lihat langsung saja di Dinaskertran Kota Lubuklinggau di Bidang Pengawasan.

Dan masalah ini Perusahan Home Industri atau Produksi HRD Tri Margianto mau buka dulu katanya, intinya kami tidak perna melakukan perbuat semena – mena terhadap Karyawan. Selalu kita berikan pelatihan dan terbuka pintu bagi mereka yang ada masalah dalam bekerja, dan keinginan Perusahan Pabrik Roti Jordan Food buat yang bagus aja. Kok masalah sepeleh ini mau dibesar – besarkan harapan ke Tim Mutiara Indo Media Grup  HRD Tri Margianto juga menambahkan, kita ini bukan Perusahan Kecil, kita besar, orang berpangkat, dan penting semua yang ada dalam perusahan ini. Dengan nada agak kesal, di campur emosi.

Bebarapa Karyawan yang kita temui di lapangan menjelaskan, mereka takut kalau ngomong sembarangan. Bisa – bisa dipecat dan kami sebenarnya sangat membutuhkan pertolongan, tentang nasib kami yang bekerja hanya di Gaji Per Hari mulai dari Rp. 45.000.00 sampai dengan Rp. 65.000.00. yang dibayarkan setiap minggunya dan jaminan kesehatan tidak ada, jika tidak masuk sehari atau lebih.

Di potong uang gaji kami dan juga di saat pekerjaan yang kami lakukan dalam sehari  seperti pengepakan roti, 1 orang itu harus mencapai 3750. Jika tak memenuhi target, Perusahan menambahkan waktu pekerjaan yang seharusnya 8 jam dalam sehari. Bisa – bisa lebih tanpa diberikan uang lembur atau kompensiasi tambahan waktu. Jika kami protes  pasti dipindahkan ketempat pekerjaan lain. Dengan system gaji bedah dan berkurang, sampai kami bosan dan mengajukan penggunduran diri.

Karena Perusahaan pintar, kalau kami di PHK. Pasti minta uang eesangon dan bagi Karyawan yang sakit, tidak ada tambahan gaji. Sebab gaji bisa keluar sesuai dengan absensi dan target pekerjaan Pak, hari libur nasional pun kami masih dipekerjakan. Dengan alasan Perusahan, setiap Karyawan harus oper target pekerjaan dan setip ada hari besar pun seluruh pegawai di kenakan biaya sebesar Rp. 15.000.00/orang.

Itu kewajiban dari perintah Perusahan dan dana CSR untuk wilayah sekitar pabrik, tak jelas keluar kemana dan digunakan untuk apa. Serta gaji penjaga Perusahan dan pembersih sekitar halaman Perusahan tidak dibayar selama 3 bulan, dengan status tak jelas lanjut atau di setop. Saya cuma minta Pak ke Perusahan bayar gaji saya selama 3 bulan, dari bulan Juni, Juli, dan Agustus yang dibayar setiap tanggal 10 sebesar Rp. 600.000.00. Mau di stop atau pun tidak, saya minta uang saya dibayar. “pinta pelapor berindisial B. (Tim Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *