Pilkada Nias Barat Diwarnai Ujaran Kebencian Dan Isu Agama

Foto Ilustrasi

MutiaraindoTV, Kabupaten Nias Barat – Sumatera Utara. Pemilukada Nias Barat Tahun 2020 ini, diwarnai ujaran kebencian dan isu agama. Salah satu pasangan calon di Nias Barat dituding telah menerima bantuan dana sekitar Rp. 2 miliar dari Arab yang dibeking oleh Gubernur, dengan mahar politik bila menang akan menyediakan lahan 10 hektar sebagai tempat bangunan pesantren Agama Islam.

Hal tersebut alasan oknum yang mengaku dirinya masyarakat Moro’o dan famili dari mantan Bupati Nias Utara Eduard Zega kepada salah seorang Pendeta Resort BNKP bermarga Gulo, tidak memilih bersangkutan. Dugaan ujaran kebencian dan isu Agama ini merupakan topik hangat di sosial media Group WhatsApp baru – baru ini.

Dalam rekaman suara yang berdurasi 4.08 menit tersebut, dikatakan oknum kalau itu terjadi sangat berbahaya untuk Nias Barat.

“Bahaya namiotarai ami wolau dao ba masosali ami yaaga masyarakat…red (bahaya bila kalian ikut bersama berbuat seperti itu kami masyarakat sangat sesalkan) betul terancam. Ada pesantren akan ditempatkan guru gaji, dan bila guru gaji suka sama perempuan kita untuk dipersunting maka gampang sekali mereka tanpa ada jujuran. ”Ujarnya.

Oknum meminta rohaniawan tersebut agar mau berkontribusi, “Itu Pak Pendeta, bagaimana menciptakan situasi konduktif di Nias Barat jangan sampai masuk lagi. Cukup yang sudah ada. ”Terangnya.

Untuk menguatkan dalilnya, oknum kembali mengaku karena itu program kedepan dari isu yang diterimanya maka walaupun dulu satu partai dengan bersangkutan maka niatnya berubah.

“Terus terang saya kedia punya hati 60 persen, tetapi karena seperti itu keadaan jadi saya tidak dukung lagi. Tudingnya, sudah dikatakan bapak Ephorus coba motifasi Bapak – Bapak Pendeta kalau bisa gimana cara kita supaya tidak terjadi, saya tidak sudi demikian, ”katanya sambil ketawa terbahak – bahak.

Lanjutnya, informasi bantauan dana dari Arab tersebut di dapat dari familinya yang tinggal di Medan.

“Informasi ini saya dapatkan dari famili kita, Eduard Zega mantan Bupati Nias Utara melalui telpon, “bahwa Gubernur yang membeking ini, dibilangnya saya dengar sudah ada dana dari Arab. Jadi justru itu tolong ya, dibendung jangan berkembang Islam di Nias Barat. Itu Pak Gulo ya, mari kita amankan kepentingan Kristen, ”ungkap oknum yang mengaku orang yang sangat militan di Gereja BNKP itu.

Hingga berita ini dilayangkan Media MutiaraindoTV, sedang menghimpun informasi dari berbagai sumber dan pihak terkait. (AH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *