Pol PP Bersama Camat Barat II Didampingi Koramil 406-08/LLG Melaksanakan Penertiban Pedagang

Mutiaraindotv, Lubuklinggau – Sumatera Selatan, dalam melaksanakan penertiban dan penataan Pedagang di sepanjang Jalan Yos Sudarso – Jalan Garuda, jangan sampai menggangu aktifitas pengguna Jalan. Ini dilakukan agar para pedagang tidak mengunakan badan jalan untuk dijadikan tempat berjualan, disamping menggangu pengguna jalan juga mebahayakan bagi pedagang dan pengguna jalan. Rabu Malam, 12 Febuari 2020.

Adapun kegiatan Penertipan Pedagang dimalam ini dipimpin langsung Kasad Pol PP Kota Lubuklinggau Wailusman dan Anggota Sat Pol PP, Camat Barat II beserta Jajaran Kecamatan dan Kelurahan, Koramil 406-08/Lubuklinggau Inf Well Edwar Roni beserta Babinsa dan Babikantibmas.

Kegiatan Koramil 406-08/LLG beserta Babinsa dan Babikantibmas Polsek, serta Sat pol PP melaksanakan penertipan wilayah Kawasan Depan Mesjid As -Salam, Jalan Garuda dan Sepanjang Jalan Yos Sudarso. Operasi pasar ini dilakukan untuk menertipkan setiap para pedagang kaki lima, agar tidak berjualan di bahu jalan raya, hal ini menambah kemacetan, ditambah para pengguna Kendaraan memarkirkan kendaraan nya dengan sembarangan.Kami melakukan operasi ini untuk menertip para pedagang yang sering berjualan di bahu jalan, agar mundur dari bahu jalan, dan para pengguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat supaya rapih untuk parkir, sehingga pengguna jalan raya lain nya tidak terganggu, kata Kasad Pol PP.

Komandan Koramil 406-08/LLG Kapten Inf Well Edwar Roni, menyampaikan kegiatan ini membackup Satpol PP dalam penertiban pedagang kaki lima untuk tidak menggunakan bahu jalan sebagai tempat berjualan. Ini sebagai bentuk dukungan TNI dalam hal ini Koramil 406-08/LLG kepada Pemerintah Daerah Kota Lubuklinggau dalam pelaksanaan peraturan daerah terkait langkah mengantisipasi akan adanya hal – hal yang tidak kita inginkan, unjarnya.

Akan tetapi banyak laporan yang diterima Tim Mutiaraindotv saat rombongan Sat Pol PP Kota Lubuklinggau melaksanakan Penertiban yang kami dapatkan dilapangan. Salah satu pedagang mengatakan selama ini kami berjualan disini mengeluarkan biaya hingga 15 ribu per 1 orang pedagang yang menagih dengan alasan uang tersebut sebagai uang keamanan, kebersihan. Tapi disaat kami diusir oleh rombongan Sat Pol PP mereka berdiam seperti tidak tau menahu, jadi kami harus bagaimana pak, unjarnya Hy.Melihat kejadiaan malam hari ini dikarenakan kawasan yang selama ini digunakan para Pedagang Kaki Lima dan berkumpulnya Anak – anak mudah Kota Lubuklinggau yaitu Lapangan Merdeka yang sudah dihilangkan oleh Pemkot menjadi Lapangan Kurma. Yang mana Pemerintah Kota Lubuklinggau belum bisa mengantikan Kawasan yang Strategis untuk para Pedagang dan warga masyarakat Kota Lubuklinggau dan sekitarnya. (Mitv SumSel).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *