PPTK, Rusaknya Pendestrian Simpang Empat Argo Center Akibat Tabrak Mobil

Mutiaraindotv, STL Ulu Terawas – Musi Rawas, Guna mempercantik Distrik dipersimpangan empat Argopolitan Center STL Ulu Terawas, Dinas PU CK-TR membangun Trotoar yang berguna untuk pejalan kaki. Dengan penataan tersebut agar persimpangan terlihat indah dan nyaman serta menambah cantik persimpangan.

Namun sangat disayangkan bangunan Pendestrian Tahap III yang dianggarkan dari APBD Pemkab Mura tahun 2020 sebesar Rp. 1 M tersebut sudah mulai rusak.

Padahal di Tahap II Juni 2019 sebesar Rp. 1.753.220 M, Tahap I Juni 2018 sebesar Rp. 480 Juta. Jadi total Pembangunan Penataan Persimpangan di Argopolitan Distrik Simpang Empat Terawas dengan total dari tahun 2018-2020 sebesar Rp. 3.223.220 Milyar.

Proyek lanjutan di Tahap III Penataan Persimpangan Argopolitan Distrik Simpang Terawas tahun Anggaran 2020, sebesar Rp. 986.500 Juta, yang dikerjakan oleh CV. Putra Nusantara sesuai Kontrak Kegiatan.

Namun sangat di sayangkan Pembangunan Penataan Persimpangan ini, belum genap 1 tahun anggaran sudah banyak retak dan rusak. Ini terkesan proyek yang sudah tiga tahap penggaran mencapai milyaran rupiah diduga asal jadi.

Sehingga membuat kwalitas hasil pembangunan Penataan lanjutan Persimpangan diduga mengurangi standar Kontruksi. Dan jika benar info diterima Tim dilapangan adanya biaya ganti rugi kenapa pihak kelurahan tidak mengetahui. Yang pasti kalaupun benar adanya berarti wajar proyek tersebut mengurangi kualitas pekerjaan dengan mutu beton patut dipertanyakan standar SNI nya.

Menurut Lurah STL Ulu Terawas Kecamatan Stl Ulu Terawas Kabupaten Mura Nafsiah, tertanggal 20 Januari 2021, ke Tim Media Sriwijaya, mengatakan kalau soal bangunan tersebut memang saya tidak tau siapa pemborongnya atau pelaksana kegiatannya.

” Dikarenakan dari awal kegiatan Pembangunan yang ada di Kelurahan STL Ulu Terawas ini, kami selaku Lurah di Kelurahan tidak dilibatkan dalam hal apapun (Permisi). Akan tetapi saya mengetahui kalau ada Pembangunan Penataan Persimpangan di Argopolitan simpang Distrik Terawas tersebut “, kata Bu Lurah, ke Tim.

Lanjut Bu Lurah, memang benar adanya sebagian dari hasil Pembangunan lanjutan Persimpangan tersebut sudah mulai rusak, seperti dinding dan lantai Drainase, serta Trotoar pejalan kaki dan Kanstin Pracetak. Yang mana hasil pekerjaan pemborong melalui Anggaran APBD dari Dinas CK TR Mura.

Sedangkan hasil konfirmasi Tim Mutiaraindotv ke PPTK kegiatan Dinas PU CK-TR Asparino (Rino) menjelaskan bahwa Canstin Cetak tersebut bukan rusak karena hasil dari pekerjaan akan tetapi itu disebabkan ditabrak Mobil, setelah hasil pengecekan kami dilapangan. Dan PPK Ican sudah meminta ke CV. Putra Nusantara untuk segera diperbaiki, pungkasnya.

Sedangkan hasil Tim turun kembali ke lapangan mengecek pekerjaan Penataan kawasan Agropolitan Distrik Simpang Terawas, ini sebenarnya bukan karena disentuh ban mobil melainkan Kanstin Pracetak nya yang dipertanyakan standar SNI nya. Dan juga keretakan di bagian Trotoar, Dinding dan lantai Drainase ini juga kurang diperhatikan kepadatan pada pondasinya sehingga terjadi keretakan/pergeseran tanah yang kurangnya pemadatan.

Yang jadi pertanyaan tim kemana sisa dana pemeliharaan 5% dan juga kewajiban pihak ketiga memperbaiki, karena hasil Informasi warga dilokasi belum adanya perbaikan. (021).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *