Proses Peralihan Bandara Sentani Ke Angkasa Pura Sebagai Mutu Pelayanan Ke Masyarakat

 

MutiaraindoTV, Kabupaten Jayapura – Papua. Bandar Udara Internasional Sentani yang sebelumnya merupakan Bandara Kelas I ini, adalah bandara yang terletak di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura. Dan Merupakan bandara terbesar di Papua dan terhubung utama, untuk menuju wilayah pedalaman pegunungan Papua

Kepala Bandara Sentani Antonius Widyo Praptono melalui Kasubag perencanaan Faisal Rahman S.SiT Diruang kerjanya mengatakan, terkait perkembangan kedepan proses peralihan sebenarnya sudah mulai dari Kementerian Perhubungan menyurat ke Kementerian  Keuangan, karena status bandara sekarang masih BLU Badan Layanan Umum dan itu menyangkut di Kementerian Keuangan juga sudah disampaikan.

Nanti apabila diambil oleh angkasapura sebagai BUMN harus ada pencabutan status BUMN, yang dulu setelah itu dijadikan BUMN yang baru  supaya sebenarnya lebih ke arah pengefisien anggaran. Karena bandara – bandara besar yang diambil oleh BUMN ini membebani, anggaran pendapatan belanja Negara jelasnya.

Lebih lanjut Faisal menjelaskan, apabila dari beberapa bandara sudah diambil anggaran tersebut. Akan dialokasikan ke bandara lain yang sedang dikembangkan
Pemerintah, berusaha meningkatkan pelayanan ke masyarakat.

Tingkat pelayanan bandara ke masyarakat akan  lebih bagus, seperti kita lihat di bandara  bandara besar lainnya yang sudah BUMN. Itu jelas mungkin secara pelayanan sebenarnya dari Kementerian sendiri tidak kalah, tapi memang  orientasi BUMN mereka  lebih ke arah profit.

Mengambil keuntungan dan itulah yang untuk meningkatkan pelayanannya sendiri, sedangkan kalau untuk dari Kementerian langsung dia sifatnya lebih ke pelayanan masyarakat dengan tidak mengambil keuntungan. Tarif – tarif yang dkenakan oleh bandara dibawah Kementerian itu, mengacu Peraturan Pemerintah No 15 Tahun 2017 dan itu nilainya sangat kecil.

Jadi untuk menghidupi bandara sendiripun, agak susah dengan penerimaan negara bukan pajak yang diterima. Makannya tetap pemerintah pusat dianggarkan APBN, itu jelasnya
cuma mungkin yang jadi kendala untuk Bandara Sentani sendiri. Adalah bandara UP bandara pengumpul, dimana ada bandara kecil lainnya yang dia suplay  dari Sentani.

Nanti tingkat tarif seperti cargo dan lain akan semakin berbeda, dan menimbulkan sedikit masalah di pedalaman maupun di pegunungan. Terkait staf dan karyawan Bandara  Sentani Faisal menjelaskan, nanti ada skema pengekrutan pemutasian staf ada opsi yang bergabung dengan BUMN atau keluar dan tetap sebagai PNS. “Jelasnya

LSM WGAB Yerri Basri Mak menjelaskan, program pemerintah perahlian Bandara Sentani ke pihak Angkasa Pura, kami berharap agar pengelolaan oleh Angkasa Pura tidak boleh hanya mengutamakan keuntungan. pelayanan yang prima sangat diharapkan, kalau bisa pelayanan harus lebih baik untuk masyarakat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sehingga pengguna jasa dan para pengunjung di bandara dapat menikmati dan merasakan pelayanan yang diberikan oleh bandara, serta meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya. Serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat umum dan lingkungan sekitar bandara, “imbuhnya. (YBM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *