Proyek Dinas Perikanan Kabupaten Situbondo Janggal, Amir Syndicate Minta Di Stop

 

 

Kontrak kerja proyek belum dibuat, rekanan berani mengerjakan. Dinas Perikanan Kabupaten Situbondo Ngaku Kecolongan.

MutiaraIndoTV.com ( Situbondo)-Proyek Dinas Perikanan Kabupaten Situbondo, ditengarai bermasalah, pasalnya proyek tersebut belum memiliki kontrak kerja.

Hal itu diketahui saat Amir Syindicate menemukan proyek rehabilitasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Besuki Kecamatan Besuki, Situbondo, senilai Rp 189.684.000, dan HPS sebesar Rp. 186.389.312 sudah dikerjakan fisiknya 15 persen.

Sebelum ada penandatanganan kontrak kerja antara OPD dengan pengguna jasa kontruksi atau rekanan, amun ditengarahi sudah ada sejumlah proyek di Kabupaten Situbondo dikerjakan.

“Salah satu proyek rehabilitasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Besuki Kecamatan Besuki, Situbondo, proyek tersebut bersumber dari dana APBD Tahun 2021, dengan Pagu Rp. 189.684.000, dan HPS nya sebesar Rp. 186.389.312 diketahui dikerjakan sebelum kontraknya ditandatangani, akhirnya di Stop oleh warga,” ujar Anggota Amir Syindicate, Bronto Seno.(22/09/2021).

Dirinya  bersama Anggota AMIR Syndicate turun kelokasi dan telah menemukan fakta di lapangan, bahwa ada salah satu proyek yang menyalahi prosedur dalam pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di Situbondo.

“Salah satunya proyek milik Dinas Perikanan, berupa kegiatan non tender atau Pengadaan Langsung (PL) berupa Rehabilitasi TPI di Besuki, proyek ini belum ada tandatangan kontraknya, namun oleh salah satu rekanan sudah dikerjakan, lebih awal, ini jelas jelas sudah melanggar aturan” jelas Bronto Seno, yang juga aktivis senior di Situbondo ini.

Dikatakannya proyek tersebut  sudah dikerjakan mencapai kurang lebih 15 persen.

” Ini jelas jelas ada indikasi perbuatan melanggar hukum yang sudah dilakukan calon rekanan, dan juga salah satu bentuk kelalaian yang dilakukan oleh pengguna barang, yaitu Dinas Perikanan,” Jelas Bronto Seno.

Agar tidak terjadi korupsi di kemudian hari, maka dirinya bersama rekan aktivis serta warga sekitar langsung turun ke lokasi untuk menghentikan pekerjaan proyek tersebut.

“Hal ini kita lakukan setelah melakukan koordinasi dengan Polsek Besuki, serta kepala UPTD TPI Besuki,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta kepada rekanan yang mengerjakan proyek tersebut agar kegiatan tersebut dihentikan, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Situbondo, Sopan Efendi saat dikonfirmasi di Kantornya mengakui, bahwa kegiatan proyek Rehabilitasi TPI Besuki dihentikan. Dirinya juga mengaku tidak tahu kalau proyek tersebut sudah mulai dikerjakan, sebab PPK dan UPTN yang bertanggung jawab di Besuki belum memberikan laporan.

“Saya baru tahu ketika dihubungi salah satu warga kalau ada proyek yang menjadi tanggung jawab Dinas Perikanan itu sudah dikerjakan, walaupun tandatangan kontraknya masih belum dibuat,” Ungkap Sopan Efendi

Lebih lanjut, Sopan Efendi mengatakan, saat ini proyek tersebut sudah dihentikan.

” Saya sudah perintahkan kepada rekanannya untuk diberhentikan sementara sampai kontraknya itu selesai dibuat dan Insya Allah tanggal 24 September 2021 ini kontrak tersebut sudah selesai, setelah itu baru bisa dikerjakan kembali,”Ungkapnya.

Selain itu, Dia juga tidak mengelak bahwa masalah ini menjadi tanggung jawabnya, namun biar tidak terulang kembali kejadian ini, kita sudah memberikan teguran secara lisan kepada rekanan, PPK dan UPT nya, dan bagaimana paving yang sudah terlanjur dibongkar yang merupakan aset pemerintah, Sopan dengan tegas menjawab kita tinggal menghitung jumlah petak paving dalam permeternya.

” Selanjutnya biar bagian aset sendiri yang menafsirkan harganya,Pungkasnya.(SYAM)
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *